Amalan yang Dilakukan pada Malam Ramadhan

0
Gambar ilustrasi.

Pertama, berbuka puasa. Disunnahkan berbuka puasa setelah mengerjakan shalat Maghrib dan Isya’ kecuali badan kita sangat lemah atau ada orang yang sedang menunggu (untuk berbuka puasa bersama). berbukalah dengan makanan yang bersih dari barang haram dan syubhat.

Yang lebih baik adalah berbuka puasa dengan kurma yang halal sehingga pahala shalatnya menjadi empat ratus kali lipat. Jika kita berbuka puasa dengan kurma dan air putih, kurma ruthab, susu, manisan, atau air hangat, hal itu juga sangat baik.

Kedua, membaca doa sebelum berbuka puasa sehingga Allah menganugrahkan kepada kita pahala (sebanyak) orang yang berpuasa pada hari itu, seperti: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ‏ Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dan hanya kepada-Mu aku bertawakal.

Ketiga, membaca doa (berikut) ini pada suapan pertama. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اغْفِرْ لِي‏ْْ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku.

Keempat, membaca surah al-Qadr ketika sedang berbuka puasa.

Kelima, bersedekah dan memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa ketika waktu berbuka puasa tiba meskipun dengan beberapa butir kurma atau seteguk air. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa pahalanya dikurangi sedikit pun dan juga akan memperoleh seperti pahala kabajikan yang dilakukannya karena energi yang diperolehnya dari makanan itu”.

Allamah Hilli ra dalam buku ar-Risâlah as-Sa’diyah meriwayatkan bahwa Imam Shâdiq as berkata, “Seorang Mukmin yang memberikan sesuap makanan kepada Mukmin (yang lain) pada bulan puasa, Allah Ta’âlâ akan menulis baginya pahala orang yang telah membebaskan tiga puluh budak Mukmin dan ia akan memiliki satu doa yang pasti dikabulkan di sisi-Nya.”

Keenam, membaca surah ad-Dukhân seratus kali setiap malam jika mampu.

Ketujuh, Sayid Ibnu Thâwûs meriwayatkan bahwa barangsiapa membaca doa (berikut) ini di setiap malam bulan Ramadhan, dosa-dosanya selama empat puluh tahun akan diampuni. اَللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَى عِبَادِكَ فِيْهِ الصِّيَامَ، صَلِّ عَلَى Ya Allah, Tuhan bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan Al-Quran di dalamnya dan Engkau telah mewajibkan puasa atas hamba-hamba-Mu di bulan tersebut, curahkanlah shalawat atas مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ ارْزُقْنِيْ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِيْ عَامِيْ هَذَا وَ فِيْ كُلِّ عَامٍ، وَ اغْفِرْ لِيْ تِلْكَ Muhammad dan keluarga Muhammad, anugrahkan padaku haji ke rumah-Mu yang mulia di tahun ini dan di setiap tahun, dan ampunilah الذُّنُوْبَ الْعِظَامَ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ يَا رَحْمَانُ يَا عَلاَّمُ‏ dosa-dosaku yang besar itu, karena tiada yang dapat mengampuninya selain-Mu, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang Maha Mengetahui.

Kedelapan, membaca doa Iftitâh setiap malam.

Kesembilan, dalam catatan pinggir kita al-Balad al-Amîn, Syeikh al-Kaf’ami menukil dari Sayid Ibnu Bâqî bahwa ia berkata, “Di setiap malam bulan Ramadhan disunnahkan mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat dengan membaca surah al-Fâtihah dan at-Tauhîd sebanyak tiga kali pada setiap rakaat. Setelah mengucapkan salam, bacalah, سُبْحَانَ مَنْ هُوَ حَفِيْظٌ لاَ يَغْفُلُ، سُبْحَانَ مَنْ هُوَ رَحِيْمٌ لاَ يَعْجَلُ، سُبْحَانَ مَنْ هُوَ قَائِمٌ لاَ يَسْهُوْ، Maha suci Dzat yang selalu mengawasi dan tidak lupa, maha suci Dzat Yang Maha Penyayang dan tidak terburu-buru, maha suci Dzat Yang berdiri Sendiri dan tidak lengah, سُبْحَانَ مَنْ هُوَ دَائِمٌ لاَ يَلْهُوْ maha suci Dzat Yang Maha Abadi dan tidak berbuat sia-sia. Lalu, bacalah empat tasbîh sebanyak tujuh kali. Kemudian, bacalah, سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ يَا عَظِيْمُ اغْفِرْ لِيَ الذَّنْبَ الْعَظِيْمَ‏ Maha suci Engkau, maha suci Engkau, maha suci Engkau, wahai Yang Maha Agung, ampunilah dosaku yang agung. Setelah itu, bacalah shalawat untuk Rasulullah SAW dan keluarga beliau sebanyak sepuluh kali. Barangsiapa mengerjakan shalat dua rakaat tersebut, Allah akan mengampuni tujuh puluh ribu dosanya.”

Kesepuluh, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa barangsiapa membaca surah al-Fath di dalam shalat sunnah setiap malam, ia akan terjaga pada tahun itu. Ketahuilah, di antara amalan-amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan di setiap malam bulan Ramadhan adalah mengerjakan shalat sebanyak seribu rakaat dalam sebulan.

Para ulama yang mulia telah menyebutkan hal itu dalam buku-buku fiqih atau ibadah mereka. Adapun cara mengerjakannya, terdapat hadis-hadis yang berbeda-beda dalam hal ini. Sesuai dengan riwayat Ibnu Abi Qurrah dari Imam Jawad as dan pendapat Syeikh Thûsî dalam kitab al-Ghurriyah wa al-Asyrâf, bahkan pendapat masyhur, caranya adalah pada sepuluh malam pertama dan kedua, kita mengerjakan dua puluh rakaat setiap malam dengan mengucapkan salam pada penghujung setiap dua rakaat; delapan rakaat setelah mengerjakan shalat Maghrib dan dua belas rakaat setelah melakukan shalat Isya. Dan pada sepuluh malam terakhir, kita mengerjakan tiga puluh rakaat setiap malam; delapan rakaat setelah mengerjakan shalat Maghrib dan dua puluh dua rakaat setelah melakukan shalat Isya. Seluruh shalat ini berjumlah tujuh ratus rakaat.

Sementara sisanya; tiga ratus rakaat, kita kerjakan pada malam Lailatul Qadr; seratus rakaat pada malam sembilan belas, seratus rakaat pada malam dua puluh satu, dan seratus rakaat pada malam dua puluh tiga.

Dengan demikian, keseluruhan jumlahnya adalah seribu rakaat. Dalam sebuah hadis disebutkan, setiap selesai mengerjakan dua rakaat shalat sunnah Ramadhan ini, kita membaca (doa berikut ini). اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُوْمِ وَ فِيْمَا تَفْرُقُ مِنَ الْأَمْرِ الْحَكِيْمِ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنْ Ya Allah, tentulah di dalam ketentuan dan kepastian yang akan Kau tentukan dalam qadhâ dan qadar-Mu yang pasti serta di dalam urusan bijaksana yang akan Kau bedakan di malam Lailatul Qadr;


تَجْعَلَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُوْرِ ذُنُوْبُهُمْ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُطِيْلَ
jadikan aku di antara para peziarah rumah-Mu yang suci yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, dan yang diampuni dosa-dosa mereka, dan aku memohon kepada-Mu; panjangkanlah


عُمُرِيْ فِيْ طَاعَتِكَ وَ تُوَسِّعَ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
umurku dalam ketaatan kepada-Mu dan lapangkanlah rezekiku, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih. (AHA)

Komentar