Mbah Rebi, Janda Tua di Margoyoso Pati Mulai Menerima Bantuan Beras Bulan Ini

0

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Mbah Rebi (72) seorang janda tua yang hidup sebatang kara di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai menerima bantuan sosial (bansos) bulan ini. Bansos akan diterima Mbah Rebi berupa beras dan telur pada setiap bulannya.

Pada hari Jumat, 25 Oktober 2019 minggu lalu, Mbah Rebi kedatangan tim petugas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Sejahtera (PKH) di rumahnya. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyerahkan bansos pertama bagi Mbah Rebi.

“Bansosnya dalam bentuk BPNT. Nanti setiap bulan akan disuplai beras dan telur untuk Mbah Rebi,” ujar Yahmad Ali, petugas PKH Kec. Margoyoso kepada 5NEWS.CO.ID, (31/10/2019).

Ali mengatakan, tim yang turut bersamanya masing-masing, Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jateng Agung Supaat, Dika selaku Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (Korteks) TKSK Kab. Pati, Ida Farida TKSK Kec. Margoyoso dan Bustanudin agen Bali Mart Waturoyo.

“Sebelumnya kan sudah kita data. Setelah koordinasi dengan dinas dan pemerintah desa, alhamdulillah bisa langsung realisasi,” imbuh Ali.

Sebelumnya, Mbah Rebi mengeluh lantaran tak pernah menerima bantuan sosial (bansos). Ia mengaku sedih setiap mendengar tetangganya membicarakan bantuan pemerintah yang tak pernah ia rasakan. Wanita tua yang hidup sebatang kara itu bahkan beranggapan pemerintah desa tidak menganggap dirinya sebagai warga.

“Buktinya, pemdes tak pernah mempedulikan warga miskin yang hidup sendiri seperti saya,” kata Mbah Rebi beberapa waktu lalu.

Menyikapi hal ini, Kepala Desa Waturoyo Susilo menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa tidak tahu menahu terkait BPNT ataupun PKH. Menurutnya, yang mengurus bansos bukan pemerintah desa. Ia juga menegaskan, yang memutuskan warga berhak menerima bansos atau tidak adalah pemerintah pusat, bukan pihak desa. Selain itu, kata Susilo, data yang digunakan acuan oleh pusat adalah data lama yang dikumpulkan pada lima tahun yang lalu.

Sementara Kabid Pemberdayaan Sosial Dra. Tri Haryumi M.Si., menyatakan pihak dinas selalu menindak lanjuti setiap pengaduan yang datang. Tri menjelaskan, setelah masalah yang muncul akan segera ditinjau dan dipelajari, agar solusi yang diberikan benar-benar tepat.

“Kita upayakan agar setiap permasalahan yang muncul segera ditinjau dan ditindak lanjuti secepat mungkin,” ujar Tri.(dwi)

Tinggalkan Balasan