Tinjau Lokasi Banjir, Ganjar Desak Pemkab Pati dan Perhutani Segera Reboisasi Kendeng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika meninjau lokasi banjir Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo dan Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (7/12. (Foto: Husain/5NEWS.CO.ID)

Pati, 5NEWS.CO.ID,-  Bencana banjir bandang yang menerjang Pati Selatan pada minggu yang lalu, menarik perhatian dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Atas hal itu, dia turut terjun ke lokasi kejadian yakni di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo dan Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (7/12/2022).

Dirinya juga didampingi oleh Penjabat (PJ) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Plt Kapolresta Pati, dan OPD terkait. Disana dia meninjau keadaan warga Pati yang terkena dampak banjir bandang. Dia pun berbaur dengan warga dan mendengarkan keluh kesah saat pasca terjadinya bencana banjir setinggi 2-3 meter tersebut.

Atas terjadinya banjir itu, membuat Ganjar berpikir dan menyadari bahwa banjir bandang ini disebabkan gundulnya hutan Kendeng. Alih fungsi hutan menjadi perkebunan jagung sangat disayangkan olehnya. Lantas, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pati bersama Perhutani diminta cepat tanggap mengatasi masalah ini.

“Ini kan hulunya di Kendeng, disana ada pengelolaan hutan mungkin kehutanan sosial. Kalau semua ditanami jagung, tidak ada penyangga air. Jadi perlu direboisasi,” kata Ganjar saat meninjau Desa Sinomwidodo, Rabu (7/12/2022).

Pihaknya pun juga telah sepakat dan akan menyediakan bibit pohon tanaman keras yang nantinya berfungsi sebagai penyangga air hujan.

“kita siapkan bibit, kita tanami jadi konservasi. Mumpung masih ada waktu kita bantu dalam waktu cepat harus ada reboisasi. Langsung saja kontak perhutani,” paparnya.

Mengenai bantuan pangan untuk korban banjir, menurutnya sudah cukup memadai. Dia pun mengapresiasi Pemkab Pati bersama dengan relawan yang sigap tanggap memberikan bantuan kepada para korban.

Disisi lain, PJ Bupati Pati menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan ribuan bibit pohon tanaman yang rencananya akan ditanam pada 14 Desember mendatang.

“Kami sudah koordinasi dengan Perhutani, nantinya tanggal 14 kami adakan reboisasi Kendeng bersama dengan masyarakat dan relawan,” ujar Henggar.

Usai adanya reboisasi ini nantinya, Henggar berharap masyarakat dapat sadar dan memelihara tanaman dengan baik. Jangan sampai ditinggal begitu atau bahkan dicabut untuk diganti dengan jagung. (hus)