Iran Kecam Sanksi Baru AS Soal Pelanggaran HAM

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh di Teheran, Iran. (Foto: Tehran Times)

Tehran, 5NEWS.CO.ID,- Pemerintah Iran mengecam keras Amerika Serikat karena menjatuhkan sanksi baru di tengah pembicaraan Wina.

AS mengumumkan sanksi baru pada hari Selasa (7/12/2021) terhadap delapan individu dan empat entitas di Iran dengan alasan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam sebuah tweet mengatakan, “Bahkan di tengah perundingan Wina pun, AS tidak berhenti menjatuhkan sanksi terhadap Iran.”

“Washington tidak mampu memahami bahwa kampanye “kegagalan maksimum” dan “upaya diplomatik” adalah saling bertentangan,” tambahnya seperti dilaporkan Iran Press.

Khatibzadeh mengatakan sanksi yang diperketat bukan hanya tidak menciptakan tekanan, tetapi juga bertentangan dengan keseriusan dan itikad baik.

Putaran baru perundingan Wina untuk mencabut sanksi Iran dan menghidupkan kembali perjanjian JCPOA dimulai pada 29 November lalu di ibukota Austria dan berakhir pada 3 Desember.

Delegasi Republik Islam Iran menawarkan dua dokumen yang mencakup perihal pencabutan sanksi yang menindas dan masalah nuklir kepada kelompok 4+1.

Perundingan dihentikan sementara karena perwakilan negara-negara Eropa kembali ke ibu kota negara mereka untuk keperluan konsultasi. (AHA)