Diskominfo Buka Suara Soal Kasus Pemerasan Wartawan Bodrex di Pati

Kepala Diskominfo Ratri Wijayanto. (Foto: Husain/5NEWS.CO.ID)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati buka suara terkait kasus wartawan Bodrex di Pati, yang tengah terjadi pada akhir waktu ini.

Pasalnya, kasus yang dilakoni oleh dua wartawan bodrex berinisial A alias (Kliwir) dan J alias (Jayus) ini diketahui telah memakan sejumlah korban. Yang mana kerugian yang dialami korban ini tak main-main.

Kepala Diskominfo Ratri Wijayanto mengatakan bahwa dirinya tidak dapat berbicara terlalu banyak. Dikarenakan, kasus oknum wartawan itu sudah di ranah penegak hukum.

“Terkait dengan kasus pada beberapa waktu yang lalu, salah satunya di SPBU Tlogowungu, saya belum bisa berbicara terlalu banyak. Karena, memang sudah menjadi ranah penegak hukum,” ujar Ratri saat ditemui, Rabu (21/12/2022).

Selain itu, dirinya mengaku tak dapat terlalu banyak mengutarakan statementnya terkait hal itu juga dikarenakan informasi yang dia terima hanya berasal dari media cetak maupun online.

“Kalau sudah di ranah penegak hukum artinya ya kita harus menunggu keterangannya,” tuturnya.

Ratri menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib dan berharap kasus ini segera terselesaikan. Lalu, mengenai status pers yang ada pada oknum bakal dihapus atau tidaknya, dia menegaskan tidak berwenang akan hal itu.

“Persoalan itu bisa ditanyakan langsung ke dewan pers. Karena, saya tidak punya kapasitas,” paparnya.

Lantas, dia menuturkan bahwa sebagai seorang dari bagian pers tak seharusnya melakukan tindakan penyelewengan seperti pemerasan.

“Profesi jurnalistik kan sudah ada role of the low atau kode etiknya. Harapan kami ya dihormati dan dilaksanakan. Sebagai contoh dewan pers ada ketentuan harus diwajibkan badan hukum,” ungkapnya.

“Seperti itu ya ditegakkan, artinya dipatuhi dan setidaknya itu akan mengamankan para wartawan dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik,” imbuhnya. (hus)