Bejat, Siswi SMK di Pati Ini Dirudapaksa Tetangganya Sendiri, Begini Kronologinya

Ilustrasi rudapaksa. (Foto: Ilustrasi)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Nasib memilukan dialami oleh siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pati, bernama alias Bunga (17) menjadi korban rudapaksa tetangganya sendiri. Korban mengaku telah dipaksa untuk melakukan hubungan badan oleh V (17) sebanyak 3 kali, Senin (20/3/2023).

Berdasarkan pengakuan korban, dirinya dipaksa untuk melayani nafsu bejat V saat kondisi rumah Bunga sedang sepi dan orang tuanya sedang bekerja keluar. Bunga juga sempat melakukan perlawanan hingga dirinya berakhir mendapat kekerasan dan pelecehan seksual oleh pelaku.

“Kejadian awal saat bulan Desember 2022, saat itu rumah sedang sepi, V datang ke rumah, dan memaksa saya untuk berhubungan, tapi saya menolak. Seketika itu juga saya langsung dipukul, dicekik, dan diremas tangan saya hingga saya tidak bisa melawan,” ungkap Bunga saat memberikan keterangannya, Senin (20/3/2023).

Lebih lanjut, Bunga memaparkan bahwa aksi bejat yang dilakukan oleh V ini kembali dilakukan sebanyak 2 kali, dan itu terjadi pada bulan Maret 2023, saat kondisi rumah sedang sepi pula.

“Pada awal Maret 2023 kemarin, V kembali memaksa mengajak berhubungan, ketika saya tolak, saya kembali dipukul dan ditampar, dan saya tidak bisa melawan, karena saya juga diancam,” paparnya.

Sementara itu, S (46) yang merupakan ayah korban mengaku kesal dan kecewa terhadap sikap keluarga V yang tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh pelaku. Bahkan menurut S, ibu dari pelaku yakni T sampai mengumbar kata-kata yang mengandung fitnah.

“Ketika saya minta pertanggungjawaban kepada T, justru saya dan anak saya difitnah, katanya anak saya tidak perawan dan lain-lain, jadi terus terang saya kecewa,” kesalnya.

Atas perbuatan itu, S akan meminta keadilan, apalagi Bunga masih dibawah umur dan masih duduk di bangku sekolah.

“Saya akan laporkan ke PPPA dan Polresta Pati, tujuan saya hanya untuk meminta keadilan, dan sekarang saya masih mengurus visum di rumah sakit dulu,” tegasnya.

Diketahui, Permasalahan itu berawal karena Bunga ada hubungan dekat dengan V. Namun pelaku ini selalu mengajak Bunga untuk berhubungan badan, tapi selalu ditolak, hanya saja ketika rumah sedang sepi, V datang dan memaksa Bunga untuk berhubungan.

“Anak saya selalu diintimidasi dan diancam oleh V dan ibunya T (inisial, red), sehingga anak saya takut, dan selalu mengurung diri di kamar, jadi masalah ini harus saya proses hukum,” imbuhnya.

Disisi lain, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial Kabupaten Pati, Nikmah Munfaat membenarkan adanya pengaduan terhadap warga Kecamatan Gabus, yang mengaku adanya dugaan pelecehan seksual terhadap bunga.

“Memang benar ada laporan, dan hal ini akan kami dalami untuk ditindak lanjuti, kami juga akan kawal, hingga nanti laporan ke polisi,” tandasnya. (hus)