Banjir Masih Awet di Tujuh Kecamatan, Desa Banjarsari Makin Parah

Potret puluhan lahan persawahan terendam banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus. (Foto: istimewa)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Banjir masih awet menggenangi sejumlah Kecamatan yang ada di Kabupaten Pati. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati per Senin (2/1/2023), mencatat ada tujuh Kecamatan yang dilanda bencana banjir.

Diketahui ketujuh Kecamatan tersebut antara lain, Gabus, Juwana, Sukolilo, Pati, Jakenan, Margorejo, dan Dukuhseti. Setelah sebelumnya terdapat 11 kecamatan di Pati yang terdampak banjir dari beberapa hari lalu (31/12/2022).

Sementara itu, desa yang terdampak banjir yakni meliputi 14 desa di Kecamatan Gabus, 6 desa di Juwana, 10 desa di Jakenan, 7 desa di Pati, 3 di Sukolilo, dan 2 desa di Dukuhseti.

“Hujan intensitas tinggi dan cuaca ekstrim beberapa hari mengakibatkan Das daerah aliran sungai di wilayah Kabupaten Pati tidak mampu menampung air hujan. Sehingga menggenangi beberapa kecamatan di Pati,” kata Ketua BPBD Pati Martinus Budi Prasetya, Senin (2/1/2023).

Lebih lanjut, berdasarkan informasi di lapangan salah satu yang kawasan terdampak cukup parah yakni di Desa Banjarsari di Kecamatan Gabus. Puluhan rumah warga selama beberapa hari, tepatnya mulai pada 31 Desember 2022, telah tergenangi banjir hingga ketinggian 150 cm.

“Sampai sekarang, sudah tiga hari tapi air semakin bertambah. Di desa kita sebanyak 98 rumah terdiri dari 519 KK, dengan jumlah jiwa 1.553. Ketinggian air di dalam kampung mencapai 70 sampai 150 centimeter,” kata Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Sudiman, pada Senin (2/1/2022).

Kemudian dia memaparkan bahwa, Desa Banjarsari telah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Sebab menurut dia, desa yang terletak di bantaran sungai Silugonggo itu secara geografis berada di kawasan hilir. Atas hal tersebut, banyak warga yang enggan untuk mengungsi ke tempat evakuasi dan lebih memilih untuk menetap.

“Air dari atas turunnya di Banjarsari ini. Sehingga semakin hari semakin bertambah. Banjir di Banjarsari rutin, setiap tahun pasti ada banjir. Warga Banjarsari karena udah sering kebanjiran, jadi tidak ada yang mengungsi dan membuat tempat menaruh barang di dalam rumah,” pungkasnya. (hus)