37 Orang Tewas dalam Pembantaian Brutal di Pusat Penitipan Anak Thailand

Lokasi pembantai brutal di pusat penitipan anak di Thailand. (AFP/MANAN VATSYAYANA)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Pembantaian brutal dalam bentuk penembakan secara massal terjadi di tempat penitipan anak, Distrik Na Klang, Provinsi Nong Bua Lam Phu, Thailand, yang mengakibatkan setidaknya ada 37 orang tewas dan 10 lainnya luka-luka.

Dikutip dari Bangkok Post, jumlah yang tewas termasuk pelaku penembakan yang bunuh diri serta istri dan anaknya yang berusia tiga tahun yang dibunuh pelaku sebelum bunuh diri.

Kepala Kepolisian Thailand, Jenderal Damrongsak Kitty Papas mengatakan pelaku merupakan mantan polisi (sersan) Thailand yang dipecat bernama Panya Khamrab.

Motif aksinya tersebut masih belum diketahui pastinya. Namun, diduga Panya mengalami stres dan berada di bawah pengaruh narkoba saat melakukan penembakan dan penikaman massal yang menewaskan 37 orang, termasuk 24 anak-anak.

“Dia mungkin stres dan di bawah pengaruh narkotika dan akibatnya melakukan tindakan tragis ini,” ujar Damrongsak dalam pernyataannya.

“Pelaku menjadi gila, utamanya menggunakan sebuah pisau dan membunuh banyak anak. Setelah meninggalkan tempat penitipan anak, dia menggunakan pistol dan pisau untuk menyerang orang-orang sepanjang perjalanan. Kemudian dia tiba di rumahnya di mana dia dikepung dan mengakhiri nyawanya,” paparnya.

Sebelumnya, dia dipecat dari kepolisian pada 15 Juni karena kedapatan menyimpan obat-obatan terlarang berupa pil jenis methamphetamin. Panya ditangkap pada 20 Januari karena kepemilikan narkoba tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian setempat, aksi keji Panya itu dilakukan pada (6/10/2022) pukul 12.10 waktu setempat.

Setelah melakukan aksi penembakan massal itu, pelaku pulang ke rumahnya kemudian membunuh istri dan anak. Ia kemudian melakukan bunuh diri.

Dia juga sempat ke pengadilan pada Kamis (6/10) sebelum penembakan, untuk mendengar keputusan Hakim.

Ibu dari pelaku sendiri mengatakan bahwa anaknya itu terlihat amat stres dan menenggak narkoba kemudian merasa paranoid. Ia lalu mengambil senjata api dan menuju ke pusat penitipan anak di Distrik Na Klang.

Atas tragedi tersebut, sontak mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan dan Netizen terutama masyarakat setempat mengucapkan rasa dukanya terhadap para korban. (hus)