Genjot Sektor Wisata, Pemkab Jepara Kebut Pembangunan Infrastruktur

0

Jepara, 5NEWS.CO.ID, – Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan bagi Pemerintah Kabupaten Jepara saat ini, kata Plt. Bupati Jepara Andi Kristiandi.

“Perbaikan infrastruktur diharapkan bisa meningkatan perekonomian yang berdampak kepada kesejahteraan masyarakat,” katanya saat meninjau lokasi pelebaran jalan ke arah Pantai Blebak, Selasa (6/8/2019).

Menurutnya, sektor pariwisata tentu harus ditopang berbagai sektor diantaranya infrastruktur.”Dengan infrastruktur yang baik akan memudahkan para wisatawan baik mancanegara maupun lokal untuk datang dan berkunjung dan menikmati objek wisata yang ada,” katanya.

Saat ini, Pemkab Jepara melakukan pelebaran jalan di dua lokasi wisata yang dikelola Pemerintah Desa yakni jalan menuju Pantai Blebak dan Pantai Pailus di Kecamatan Mlonggo, serta perluasan ruas jalan dari Jambu ke Bondo.

“Jalan ke lokasi wisata ini sebelumnya hanya 2,5 meter. Kini akan dilebarkan menjadi enam meter. Total ada sepanjang 2 KM jalan yang ditingkatkan,” kata Andi.

Harapannya, jika sebelumnya hanya kendaraan kecil yang bisa masuk, maka setelah diperlebar bis-bis besar juga bisa masuk, sehingga meningkatkan jumlah wisatawan.

“Selain infrastruktur, penyiapan masyarakatnya dalam pengelolaan juga tidak penting. Maka kelompok-kelompok desa wisata harus mengedukasi warganya,” tegas Andi.

Sementara itu, saat mengunjungi lokasi pembangunan sirkuit motocross di area Kelapa Park di Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakisaji, Andi meminta agar manajemen Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) untuk merevitalisasi unit usaha yang dikelolanya. “Menurut laporan ada pengelolaan sejumlah unit usaha milik PDAU kurang maksimal,” katanya.

“Perusda ini kan menjadi bagian agen pembangunan dari pemerintah daerah, sebab keuntungan dari Perusda toh akhirnya masuk ke kas daerah,” kata Andi.

Andi menambah kan jika memang PDAU membutuhkan modal, maka pemerintah siap untuk memberikan support.

“Hanya saja, harus jelas bisnis plan-nya seperti apa. Jangan sampai kita terus memberikan penyertaan modal, tetapi pengelolannya tidak baik,” katanya (mas)

Komentar