Manifesto ABI Tegaskan Sikap Politik Syiah di Indonesia

0
9

Jakarta, 5News.co.id,- Manifesto ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI) menegaskan sikap dan pandangan kenegaraan dan kebangsaan muslim Syiah di Indonesia. Manifesto itu menyatakan muslim Syiah Indonesia secara formal mendukung prinsip kebangsaan, kebhinnekaan, NKRI dan Pancasila.

“Manifesto adalah ikrar terbuka bahwa muslim Syiah, terutama yang terwadahi dalam organisasi ini tak hanya mempertahankan NKRI sebagai bentuk final dari sebuah kontrak sosial institusi negara. Kesadaran keagaamaan dan kemazhaban muslim Syiah justru mendorong komunitas dalam organisasi untuk berdiri di garis terdepan demi menjaga dan mempertahankan karunia agung bernama Indonesia,” ujar Dr. Muhsin Labib, Ketua Tim Perumus Manifesto ABI dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/3) sore di Jakarta.

“Dalam acara peluncuran Manifesto ABI (Ahlulbait Indonesia) dan Seminar “Negara Berpancasila atau Berislam” tadi saya diperintahkan menjadi narsum yang mewakili tim perumus Manifesto,” tambahnya.

Muhsin Labib mengatakan, langkah ini dipandang penting demi memberikan edukasi kepada muslim Syiah di Indonesia. Dia menambahkan, manifesto tersebut sekaligus edukasi kepada semua pihak, baik organisasi, pemerintah, umat Islam secara umum dengan beragam aliran, organisasi dan dengan ragam sikapnya terhadap Syiah juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

“Dengan kehadiran Manifesto ini diharapkan individu-individu penganut mazhab Syiah di Indonesia tidak lagi meladeni segala bentuk ajakan debat sporadis, polemik tak berujung dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ulangan yang provokatif atau out of subject,” kata pemegang gelar doktoral di bidang filsafat itu.

Dia menambahkan, dengan kehadiran buku Manifesto ABI ini, diharapkan pula Pemerintah terutama instansi yang berkepentingan dengan isu agama, mazhab dan kelompok tidak lagi mengambil info tentang keyakinan keagamaan dan pandangan kebangsaan muslim Syiah dari luar Ormas.

Apalagi dari pihak yang membenci dan bekerja intensif menyebarkan ujaran kebencian dan dusta demi membenturkannya dengan umat Islam dari mazhab lain juga dengan Pemerintah dengan tuduhan-tuduhan tak berdasar terkait dengan komitmen kebangsaan dan kesetiaan kepada NKRI dan Pancasila.(aha)

Tinggalkan Balasan