Sering Dituding Tersangkut Galian C di Pati, DLH Buka Suara

Aktivitas tambang galian C di Sukolilo. (Foto: 5News)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati sering dituding terlibat dalam aktivitas galian C ilegal di Pati, Jumat (28/4/2023).

Oleh karena itu, akhirnya pihak DLH membuka suara dan mengatakan bahwa perizinan galian C sudah tidak masuk dalam ranah kewenangannya.

Galian C juga berdampak pada kerusakan alam dan belakangan ini banyak warga mengeluhkan, kondisi kesehatan dan kerusakan infrastruktur akibat pekerjaan galian C tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo menjelaskan jika sebelumnya memang perizinan galian C diserahkan kepada DLH kabupaten.

Secara menyeluruh perizinan yang diurus termasuk dalam izin eksplorasi sampai dengan izin operasi itu masih di Kabupaten.

“Jadi dulu, memang untuk izin galian C, yang mencakup eksplorasi sampai operasi itu di kabupaten. Tetapi kemudian ditarik menjadi ranah provinsi lalu pusat,” kata Tulus saat dikonfirmasi, Jumat (28/4/2023).

“Maksudnya sekarang provinsi untuk pembahasannya, dan izin yang acc pusat,” sambungnya.

Lebih lanjut pihaknya merasa risau atas segala tudingan yang ditujukan kepada pihaknya. Dirinya juga mengaku kebingungan dalam menyikapi permasalahan galian C.

“Karena dari DLH dan stakeholder terkait juga sekarang ini, tidak terlibat dalam perizinan tersebut. Semua dokumen yang dulu menjadi kewenangan kabupaten, sekarang pembahsan sudah masuk di provinsi,” terangnya.

“Baru-baru ini, kemarin turun izin 3 OSS yang kita pun tidak tahu, dalam pembahasan juga tidak diajak,” lanjutnya.

Tulus pun membandingkan kondisi tersebut dengan kondisi di Kabupaten Rembang yang juga memiliki area pegunungan Kendeng.

Disana disebutkan dari galian C sudah bisa mendongkrak pemasukan Kabupaten lebih tinggi tiap tahunnya.

“Adanya fenomena seperti itu kita prihatin. Maka melihat pendapatan kabupaten pati dari galian C itu, hanya 200 juta. Kalau dibandingkan ke rembang itu 200 miliar setahun untuk retribusi galian C. Jauh sekali, itu data kita,” tandasnya. (hus)