Jelang Idul Adha Dispertan Minta Warga Tak Lagi Cemaskan Ancaman LSD, Ini Alasannya

Hewan ternak sapi milik peternak di Payang, Pati. (Foto: Husain/5News)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Menjelang Hari Raya Idul Adha atau Hari Kurban, masyarakat terutama kaum muslim mulai ramai mencari dan mempersiapkan hewan ternak untuk dijadikan kurban.

Ditengah-tengah hal itu, ancaman virus Lumpy Skin Disease (LSD) dikabarkan masih menghantui hewan ternak seperti sapi dan kambing di berbagai daerah.

Menanggapi hal itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati menyebut masyarakat sekarang sudah pintar untuk membeli hewan kurban.

Pasalnya, warga dinilai dapat membedakan hewan ternak mana yang terjangkit dan mana yang sehat.

LSD sendiri diketahui virus yang mengakibatkan penyakit kulit berbenjol pada sapi dan kerbau. Sehingga dapat dilihat dengan kasat mata.

“Masyarakat sangat paham mana hewan sehat mana yang tidak, sedangkan LSD ini sangat kelihatan penyakitnya jadi tidak usah khawatir,” kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dispertan Pati, Andi Hirawadi, saat dikonfirmasi, Kamis (8/6/2023).

Meskipun demikian, menurutnya penyebaran penyakit LSD di Pati telah merata. Berdasarkan data terakhir dari Dispertan Pati, sebanyak 300 hewan ternak kini masih dalam proses penyembuhan.

“Terakhir tinggal penyembuhan. Ada sekitar 300 an yang sedang proses penyembuhan. Jadi LSD ini sudah tidak masif lagi,” terangnya.

Dia juga menghimbau agar masyarakat tidak usah panik apalagi sampai merasa takut untuk membeli hewan kurban, lantaran virus ini sangat kelihatan jelas kalau hewan terkena LSD berbeda dengan PMK.

“Kasus di Pati sendiri yang terkena LSD tidak separah PMK, soalnya masih ada waktu untuk diobati,” ucapnya.

Meski kasus ini terbilang landai, pihaknya terus melakukan monitoring di sejumlah pasar hewan. Hal tersebut bertujuan guna mencegah penularan dan penyebaran penyakit tersebut.

“Kita punya petugas di pasar hewan untuk melakukan pemantauan. Jadi kita hanya monitoring pasar hewan saja karena LSD ini sudah tidak masif,” ujarnya.

Lanjut, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk persiapan Hari Raya Kurban atau Idul Adha mendatang, berkaitan dengan pengolahan daging kurban.

“Dari dinas rencana minggu depan akan mengumpulkan petugas dan takmir masjid di beberapa kecamatan yang nanti ada pemotongan hewan kurban. Seperti penanganan setelah dipotong, pengolahan daging dan lain-lain. Nanti juga ada sosialisasi kepada masyarakat,” tutupnya.