Ini 4 Titik Zona Sungai Silugonggo yang Dinormalisasi, Kali Tanjang Salah Satunya

Nampak kondisi sungai Silugonggo di sekitar jembatan Tanjang usai dinormalisasi. (Foto: Husain/5News)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Normalisasi sungai Silugonggo telah dimulai. Sejak bulan April kemarin, proyek normalisasi sungai sepanjang 12 Kilometer itu kini masih berlanjut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati menargetkan proyek ini akan rampung pada bulan September 2023 mendatang.

Diketahui proyek ini dijalankan dari kawasan sekitar jembatan Tanjang sampai sungai Juwana. Adapun yang memegang atau mengerjakan proyek ini yakni PT Wijaya Karya dan PT Ananda Pratama.

Owner PT Ananda Pratama, Setiyono mengatakan proses normalisasi dilakukan dengan pengerukan ke dasar sungai sedalam 40 meter.

“Pengerukan dimulai dari Jembatan Tanjang Gabus sampai ke Bendungan Gadingrejo Juwana yakni sepanjang 12 km. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan PT Ananda Pratama,” kata Setiyono saat dikonfirmasi, Selasa (4/7/2023).

“Pengerukan sungai Silugonggo mengacu dengan gambar kurang lebih kedalamannya 40, atasnya 52, sekarang dalam proses pengerukan,” sambungnya.

Dalam proyek ini untuk efisiensi pekerjaan dan dapat cepat rampung, pembagian wilayah dibagi dengan beberapa zona untuk masing-masing PT.

“Pengerukan mulai dari Jembatan Tanjang kurang lebih ke hilir 200 meter sampai ke bendungan Gadingrejo, Juwana kurang lebih jaraknya 12 km,” ucapnya

Bekerjasama dengan PU, lanjut dia, pelaksanaannya yaitu PT Wijaya Karya untuk zona 3 dan 4, dengan PT Ananda Pratama untuk zona 1 dan 2.

Adapun keempat titik zona yang disebutkan meliputi antara lain zona satu berada di wilayah Jembatan Tanjang, zona dua terletak diantara Jembatan Ngantru sampai Jembatan Gantung.

Kemudian, zona tiga terletak diantara Jembatan Gantung sampai Kretek Sampang, yang terakhir zona empat terletak diantara Jembatan Sampang sampai Bendung Karet.

Berdasarkan keterangannya, sebenarnya normalisasi sungai akan dijalankan sejak November 2022 silam. Akan tetapi, lantaran adanya banjir bandang, sempat membuat proyek ini mandek.

“Rencananya, pelaksanaan mulai bulan November, tapi terkendala banjir, akhirnya kita mulia bulan april. Target selesai bulan September,” terangnya. (hus)