Dikritik Soal Jalan Rusak, Riyoso: Mereka Tak Paham Lapangan, Harus Tobat

Plt Kepala DPUTR Kabupaten Pati, Riyoso (Foto: Husain/5News)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Proyek perbaikan jalan di Kabupaten Pati mendapat kritikan pedas dari anggota DPRD Kabupaten Pati. Pasalnya berlangsungnya proyek tersebut dianggap kurang maksimal dan terkesan lambat.

Hal itu dijabarkan langsung oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati, Muhammadun disaat Rapat Paripurna berlangsung pada beberapa waktu yang lalu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Riyoso mengatakan bahwa kritikan tersebut sudah banyak dilontarkan. Dia juga menyebut bahwa banyak orang tak paham kondisi lapangan.

“Saya tertawa saja karena mereka tidak paham lapangan,” kata Riyoso dengan nada santai saat ditemui awak media, Rabu (24/5/2023).

Menurutnya kerusakan jalan itu dipengaruhi banyak faktor dan bukan masalah kualitas, melainkan kondisi cuaca ekstrim intensitas muatan yang tinggi, sehingga dengan mudah jalan tersebut cepat rusak.

“Kalau ada orang mempermasalahkan itu apalagi masalah anggaran itu pasti ada mas, tetapi kalau ada Audit ditemukan kerusakan jalan itu dikarenakan Cuaca ekstrim, dan muatan,” ujarnya.

Ketika disinggung soal anggaran perbaikan jalan, Dia mengungkapkan bahwa anggaran di tahun 2023 ini, untuk perbaikan jalan sepanjang 302 Km hanya Rp 64 Miliar.

Jika anggaran tahun ini dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya, maka anggaran tahun ini hanyalah setengah dari jumlah anggaran tahun lalu.

“Kita di budget dari total 302 Km 64 miliar, dulu itu budget 120 miliar, kemudian ditambah banjir, ekstrim cuaca, jalan itu berbagai persoalan dari Muatan, dari intensitas kendaraan,dan dari anggaran,” terangnya.

Sehingga dengan penjelasan seperti itu, pihaknya berharap bisa mengerti dan paham tidak mudah melontarkan kalimat yang menimbulkan kecurigaan negatif.

“Yang berpandangan negatif itu mas harus tobat, kalau tidak maka berdosa besar,” tuturnya.

Dirinya menambahkan agar jalan di kabupaten jika ingin berkualitas bagus maka ruas jalan ini harus menggunakan hotmix atau Cor, tetapi harganya disebutkan dua kali lipat lebih mahal dari pada aspal.

“Contoh dari anggaran itu begini, kalau jalan rusak itu hanya Latasir itu jelas tidak mumpuni, tetapi harus Hotmix atau cor tetapi anggarannya itu besar, ukuranya panjang 1 kilo dengan lebar 6 Meter dibutuhkan biaya, tebal 10 cm anggap saja seperti itu sebesar 3 miliar, sedangkan kalau latasir panjang dan lebar yang sama, ketebalan 2 cm, itu hanya 1,2 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan dengan tegas bahwa pekerjaan yang dilakukan dari DPUTR Pati sudah sesuai spek. Sehingga dalam hal ini, kritikan seperti itu bagi mereka yang tidak paham di lapangan. (hus)