Menyebar Informasi Keliru Dubes Saudi Diprotes PBNU

0
2

Jakarta5News.co.id– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sore tadi, Senin(3/12) mengundang awak media untuk hadir dan meliput konferensi pers menyikapi pernyataan Duta Besar Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi

Sebelumnya, Dubes Saudi itu melontarkan cuitan di akun twitternya @OS_atsuibi dan menuduh bahwa oknum Banser yang membakar bendera tuhid itu sebagai ‘jamaah almunharifah’ atau kelompok yang menyimpang.

Tak pelak, cuitan yang menggambarkan sikap pemerintahan kerajaan itu menyinggung Nahdlatul Ulama yang merupakan rumah bagi mayoritas umat Islam di Indonesia ini.

Untuk itu dalam press rilisnya PBNU menyampaikan sikap dan protesnya terhadap cuitan tak bertanggung jawab itu yang berlangsung di Aula PBNU Lt 8, Gedung PBNU, Kramat Raya No 164, Jakarta

“Indonesia adalah negara yang memiliki hubungan diplomatik yang sangat baik dengan kerajaan Saudi, terlebih Indonesia adalah negara yang mengirim jamaah haji dengan jumlah yang cukup besar. Setidaknya 20 persen jamaah haji adalah rakyat Indonesia,” dalam bunyi pernyataan yang ditandatangani KH. Said Aqil Siroj itu.

Namun apa yang disampaikan Dubes Saudi itu, lanjut pernyataan itu, menodai hubungan baik yang terjalin selama ini.

“Namun hubungan yang baik ini ternodai oleh pernyataan Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dengan menyebarkan informasi keliru dan menyesatkan,” bunyinya.

Sebagai sikap resmi PBNU pun menyampaikan tiga poin yang perlu dipertimbangkan oleh pihak kerajaan yang tengah dilanda kemelut dalam negri karena ulahnya menyulut perang di Yaman itu.

Berikut bunyinya:

1. Dalam pandangan kami, Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya. Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik Rl-Saudi Arabia, atas dasar ini kami menyampaikan protes keras.

2. Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah afmunharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang). Padahal terkait hal ini, GP. Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dari SOP GP. Ansor, bahkan kami keluarga Besar NU menyesalkan kejadian tersebut.

3. Mendesak kepada Pemerintah RI untuk menyampaikan nota kepada Pemerintah Saudi agar memulangkan saudara Osamah sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dengan mencampuri urusan politik Negara Indonesia. (mas)

Tinggalkan Balasan