Buntut Kasus Mobil Bergoyang, Warga Pati Tuntut Hukum Ditegakkan

0
11

Pati. 5News.co.id,- Kasus mobil bergoyang yang melibatkan Guru Tidak Tetap (GTT) SMAN 1 Pati berinisial AW dan seorang siswinya Fd, menyedot perhatian warga Kota Pati. Warga menuntut agar hukum ditegakkan dengan memproses AW secara hukum, serta meminta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pati agar membatalkan predikat juara lomba mBak Duta Wisata Kabupaten Pati 2018.

Aktifis LSM Peduli Pendidikan Pati, Lilik Salamun mengaku prihatin atas kasus tersebut. Menurutnya, kejadian memalukan tersebut telah mencoreng upaya pemerintah dan masyarakat, dalam mewujudkan generasi berkarakter menyongsong tahun 2025 mendatang. Lilik juga menegaskan bahwa keduanya harus mendapat sanksi.

“Sayang seribu sayang, ada oknum guru dengan siswinya telah mencoreng dan mengkhianatinya. Mereka harus mendapat sanksi” ujarnya, Jumat (21/12) di Pati.

Di lain pihak, Puji Lestari, seorang ibu rumahtangga di Gabus, mengungkapkan penyesalannya. Menurutnya, siswi yang terlibat dalam insiden itu tidak layak menyandang gelar Duta Wisata 2018.

“Siswi itu jelas tidak bisa mempertahankan Gelar Duta Wisata 2018. Gelar itu kan kebanggaan Kota Pati, tidak sembarang orang bisa menyandang gelar Duta Wisata” ujar dia.

Sementara itu, Ketua LBH Bhakti Anak Negeri, Agung Widodo SH MH mengatakan, perbuatan oknum guru AW itu merupakan tindakan asusila terhadap muridnya yang masih dibawah umur. Dia juga menyatakan kesiapannya untuk mendampingi orang tua murid selama proses hukum.

“Oknum AW bisa dituntut secara hukum. Kami siap mendampingi orang tua murid,” tegasnya.

Lebih jauh, Agung juga mensinyalir kemungkinan adanya tindakan asusila sebagaimana yang dilakukan AW, menimpa siswi yang lain.

“Akan kita cari korban-korban lain. Pasti ada korban lain. LBH Bhakti Anak Negeri akan bekerjasama dengan KAI Jateng untuk melakukan pendampingan” ucap dia.

Agung, bahkan mendesak Pemkab Pati agar mencabut gelar Duta Wisata siswi yang menjadi korban AW.

“Oknum guru yang bertindak asusila jelas tidak ber-Pancasila, dan layak dijerat dengan pasal berlapis. Dia telah merusak masa depan anak bangsa” kata Agung Widodo, yang didampingi advokat DR Djarot Digjo SH MH saat itu.

Tanggapan serius dari berbagai elemen masyarakat terus berdatangan sejak kasus mobil bergoyang itu muncul di pemberitaan media.(hsn)

Tinggalkan Balasan