Buntut Pengibaran Bendera HTI, Rohis SMKN 2 Sragen Dibekukan

0

Sragen, 5NEWS.CO.ID,- SMKN 2 Sragen membekukan Rohis (Kerohanian Islam) untuk sementara waktu. Kegiatan ekstrakurikuler itu dibekukan menyusul aksi pengibaran bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di dalam lingkungan sekolah.

Pihak sekolah menjelaskan, bendera merupakan pemberian dari seorang warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen, kepada siswa. Bendera ormas terlarang itu disimpan di masjid sekolah setempat, sebelum digunakan berfoto bersama usai pengukuhan pengurus Rohis SMKN 2 Sragen.

Pihak sekolah mengaku teledor karena telah membiarkan siswa membawa dan mengibarkan bendera yang identik dengan logo HTI itu di kompleks sekolah.

“Untuk sementara Rohis kami bekukan dulu sampai situasinya membaik. Tujuannya untuk evaluasi,” ujar Kepala Sekolah SMKN 2 Sragen, Sugiyarso, di Ruang Serba Guna, Gedung DPRD Sragen, Rabu (23/10/2019).

Kepsek mengatakan pembekuan kegiatan Rohis SMKN 2 Sragen itu akan berlangsung lebih kurang selama 2-3 bulan. Meskipun demikian, pihak sekolah memastikan kegiatan keagamaan, terutama agama Islam tetap dipertahankan dan dapat diikuti siswa di lingkungan sekolah.

“Penyelenggara kegiatan keislaman di SMKN 2 Sragen kan tidak hanya hanya Rohis,” kata Sugiyarso.

“Pengajian rutin tetap berjalan seperti biasa dalam rangka penerapan pendidikan karakter. Cuma pengajian rutin yang digelar Rohis saja yang ditiadakan untuk sementara,” tuturnya.

Kepsek juga menegaskan, tidak ada sanksi bagi siswa yang terlibat dalam pengibaran bendera HTI itu. Namun demikian, sanksi bagi guru pembina Rohis masih menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Selain itu, Komisi IV DPRD Sragen juga memanggil pihak sekolah SMKN 2 Sragen terkait pengibaran bendera ormas terlarang itu.

Menanggapi pembekuan Rohis, Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, mengatakan hal itu merupakan wewenang pihak sekolah. Sugiyamto berharap SMKN 2 Sragen membenahi manajemen dan aturan yang jelas sebagai acuan standar kegiatan ekstrakurikuler.

“Siswa harus diberi tahu mana yang boleh dan mana yang dilarang. Bendera mana yang boleh dikibarkan dan mana yang tidak boleh,” ujar Sugiyamto.

Sebelumnya beredar foto sejumlah siswa SMKN 2 Sragen, Jawa Tengah, yang sedang memegang bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjanji akan mengambil tindakan tegas bila hasil penyelidikan membuktikan adanya keterlibatan oknum guru terkait pengibaran bendera HTI oleh sekelompok pelajar di SMKN 2 Sragen itu. (hsn)

Komentar