Dubes Iran Ungkapkan Harapannya Terkait Hubungan Iran-Indonesia Lewat Pantun

0
Duta Besar Iran untuk Indonesia – M. Khoush Heikal Azad. (Foto:Google Images)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID – Mohammad Khoush Heikal Azad Duta Besar Iran untuk Indonesia melakukan sesuatu yang tidak biasa saat menyampaikan pidato peringatan hari nasional Iran yang ke-42. Lewat pantun, Azad mengungkapkan harapannya terhadap hubungan diplomatik Iran dan Indonesia di masa depan.

“Papan lama terpecah belah, Anak menangis meminta bola. Jangan menyerah jangan kalah, Semangat kita selalu menyala,” ujarnya.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta tidak mengadakan upacara peringatan hari nasional dikarenakan pandemi COVID-19. `

Meski begitu, Dubes Iran Mohammad Khoush Heikal Azad yang fasih berbahasa Indonesia ini, tetap menyampaikan pidato peringatan yang diunggah ke saluran Media sosial, YouTube yang dimiliki oleh Kedutaan Iran di Jakarta.

Dalam pidatonya, Azad mengungkapkan bahwa hubungan antara Iran dengan Indonesia sejatinya telah terjalin sejak lama bahkan sejak negara itu masih menganut kepercayaan Zoroasterianisme (penyembah api).

“Bukti atas kedekatan bersejarah ini adalah hadirnya lebih dari 400 kosa kata Persia dalam bahasa Indonesia,” tuturnya.

“Pahlawan, istana dan dewan di bidang pemerintah. Emas, kiai, gusti, sorban dan buraq di bidang keagamaan. Saudagar, bandar, nahkoda, bandar, syahbandar, domba, kurma, dan kismis di bidang perdagangan, merupakan kesamaan kosakata antara Bahasa Indonesia dan bahasa Persia ” imbuhnya, Rabu (10/2/2021).

Meski begitu, hubungan diplomatik antara Iran dan Indonesia baru terjalin pada 1950. Hubungan kedua negara tumbuh dalam berbagai dimensi politik, ekonomi dan budaya yang berpuncak pada kunjungan Presiden Hassan Rouhani ke Indonesia pada tahun 2015 dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Iran pada 2016.

Azad juga mengungkapkan bahwa Iran dalam politik luar negerinya selalu mengedepankan interaksi yang baik, konstruktif dan sejajar dengan negara-negara dunia.

Berangkat dari nilai-nilai tersebut, Iran telah memberikan sejumlah inisiatif dan usulan untuk menyelesaikan permasalahan regional, khususnya di kawasan Timur Tengah, antara lain dialog regional, pakta non agresi, inisiatif perdamaian Selat Hormuz pada Oktober 2019.

“Iran selalu siap untuk mengedepankan diplomasi dan berdialog guna menciptakan keamanan regional oleh negara-negara kawasan sehingga kita bersama bisa menyaksikan kawasan yang kuat, aman, stabil dan maju yang bebas dari hegemoni regional maupun internasional, tanpa campur tangan pihak asing” tegasnya.(AHA)

Tinggalkan Balasan