Warga Natuna Tolak WNI dari Wuhan, Istana Sebut Evakuasi Kemanusiaan

0
Fadjroel Rachman (Biro Pers Setpres)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, – Warga Natuna Kabupaten Riau, menggelar demonstrasi untuk menolak wilayahnya menjadi tempat observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China. Pihak istana meminta warga memaklumi evakuasi ini karena merupakan tugas kemanusiaan.

“Jadi jaminan yang diberikan pemerintah melalui menlu tadi pagi itu menurut aku mestinya bisa menenangkan masyarakat, selain itu juga bisa kan keinginan untuk membawa pulang ini bukan saja keinginan presiden kan, bukan dari keinginan pemerintah tapi keinginan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, kepada wartawan, Sabtu, (01/02/20).

Ia juga mengatakan bahwa evakuasi ini adalah salah satu tugas kemanusiaan jadi seluruh masyarakat harus saling menguatkan untuk melewati masa-masa sulit ini.

“Melihat ini suatu evakuasi kemanusiaan lah, jadi kami menghimbau mari kita sama-sama bahu membahu melewati masa yang sulit ini,” katanya.

Fadjroel mengatakan pemerintah melalui Menlu Retno Marsudi sudah memberikan jaminan mengenai proses observasi WNI di Natuna. Ada standar pemeriksaan sesuai organisasi kesehatan dunia (WHO) yang diberlakukan.

“Bahwa transit WNI di Natuna itu akan di handle oleh TNI, di rumah sakit militer. Kemudian yang kedua, lokasinya jauh dari pemukiman penduduk dan memenuhi standar WHO. Kemudian dipastikan WNI yang pulang itu sehat semua dan kesehatannya akan terus dipantau, itu artinya jaminan itu diberikan pemerintah melalui Menlu Retno Marsudi,” ujar dia.

Terkait adanya penolakan oleh Wakil Bupati Natuna, Kepulauan Riau, Ngesti Yuni Suprapti, Fadjroel megatakan Mendagri Tito Karnavian akan menjelaskan kepada Ngesti. Fadjroel berharap semua pihak bisa mendukung proses evakuasi ini.

“Itu yang akan diselesaikan oleh pihak Kemenko dan pihak kementerian terkait itu, mudah-mudahan ini segera, kan ini dalam inpres juga termasuk ada menteri dalam negeri,” tambah Fadjroel.

Sebelumnya, warga Natuna menolak wilayahnya menjadi observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China. Warga beramai-ramai datang ke Bandara Raden Sadjad.  

“Ini adalah aksi spontanitas dari masyarakat Natuna yang menolak keras akan didatangkannya WNI dari Wuhan dikarantina di Natuna ini,” ujar salah satu warga di lokasi demo, Sabtu (01/02).

Demo tersebut diikuti oleh puluhan orang. Tampak anggota TNI yang berjaga berusaha menenangkan warga. (mra)

Tinggalkan Balasan