Tentara Israel Kembali Tembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat

0
Pasukan Israel kerap melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. (Foto: AFP)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Tentara Israel dilaporkan kembali membunuh warga Palestina dalam baku tembak yang terjadi di Tepi Barat, Selasa (16/11/21) lantaran diduga sebagai anggota kelompok militan setempat.

Namun demikian, baik Kelompok milisi Hamas dan Jihad Islam mengaku pria yang tewas akibat ditembak tentara Israel itu bukan anggota mereka.

Militer Israel pun buka suara lantaran pernyataan dua kelompok militan tersebut. Mereka mengatakan pasukannya terpaksa membalas tembakan setelah pria itu melontarkan tembakan terlebih dahulu. Pria itu juga diklaim melontarkan bahan peledak ke arah tentara Israel selama operasi di desa Tubas, Palestina.

Israel mengaku mengetahui soal korban tewas tetapi tidak memberikan rincian soal identitasnya, seperti dikutip Reuters.

Di sisi lain, melalui sebuah pernyataan, pihak Hamas mengidentifikasi warga Palestina yang terbunuh merupakan Saddam Hussein Bani Odeh (26). Pihak Hamas juga memuji dia sebagai martir atau orang yang mati syahid dalam bentrokan dengan pasukan Zionis.

Sementara itu, kelompok militan Jihad Islam juga mengklaim Odeh sebagai anggotanya.

Militer Israel sering melakukan operasi di desa dan kota Palestina yang berada di Tepi Barat. Operasi ini dilakukan untuk menahan orang-orang yang diduga militan Palestina.

Pembunuhan orang Palestina oleh militer Israel bukanlah yang pertama kali terjadi.

Beberapa hari lalu, seorang bocah Palestina 13 tahun tewas akibat tembakan aparat Israel di tengah bentrok saat protes pembangunan permukiman di Tepi Barat, Jumat (5/11).

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa remaja bernama Mohammed Daadas itu meninggal di rumah sakit setelah ditembak di perut.

Perdana Menteri Palestina, Mohammed Shtayyeh, mengatakan bahwa kematian Daadas merupakan terorisme negara yang terorganisir.

Gelombang protes dari warga Palestina ini terjadi beberapa hari setelah Israel mengumumkan akan memajukan rencana pembangunan 3.000 rumah untuk tempat tinggal Yahudi di Tepi Barat.

Warga Palestina memandang Tepi Barat sebagai bagian dari negara mereka di masa depan. Tepi Barat sendiri direbut Israel dalam Perang Enam Hari 1967 silam, tapi tak diakui oleh komunitas internasional.

Komunitas internasional pun mengecam perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat ini, termasuk pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden. (pwn/rds/mra)

Komentar