Roy Suryo Resmi Ditahan Polisi Terkait Kasus Meme Stupa Mirip Jokowi

0
Momen Roy Suryo dimasukkan ke Rutan Polda Metro Jaya. (Foto: Detik)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Roy Suryo, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), resmi ditahan Polda Metro Jaya terkait kasus meme stupa candi borobudur yang mirip dengan Presiden Jokowi.

Kasus yang menjerat Roy ini bermula saat dia mengunggah foto stupa candi Borobudur dengan wajah mirip Jokowi di akun Twitternya @KMRTRoySuryo2.

Banyak pihak tidak terima. Mereka menuding apa yang dilakukan Roy sebagai penistaan terhadap agama Buddha.

Menanggapi kritik dari netizen, Roy Suryo melaporkan tudingan-tudingan di media sosial terhadapnya lebih dulu ke polisi. Kurang lebih ada tiga akun yang dilaporkannya ke pihak kepolisian.

Namun, beberapa hari kemudian terdapat seorang warga yang melaporkan Roy atas foto meme tersebut. Pelapor menggunakan Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156a KUHP. Roy dilaporkan terkait dugaan penistaan agama Buddha.

Kemudian, terdapat pula laporan yang dilayangkan ke Bareskrim Polri oleh organisasi umat Buddha Dharmapala Nusantara. Roy dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA.

Roy dilaporkan atas dugaan pelanggaran di Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156a KUHP. Roy dilaporkan terkait dugaan penistaan agama Buddha.

Tak berapa lama, Roy pun dipanggil sebagai saksi untuk menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Kasus kemudian naik ke tahap penyidikan. Saksi hingga pelapor terkait kasus tersebut diperiksa.

Hingga 27 Juni, Roy ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Namun kala itu, Roy tidak langsung ditahan.

Hampir dua minggu berselang, Roy pun kembali diperiksa dan langsung ditahan. Penahanan dilakukan kurang lebih selama 20 hari ke depan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dari tadi siang maka penyidik memutuskan mulai malam ini terhadap Roy Suryo, laki-laki usia 52 tahun sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Dan mulai malam ini dilakukan penahanan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Endra Zulpan, Jumat (05/08/22).

“Penahanan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini,” tandasnya. (mra)

Komentar