Rakor Penanganan Banjir, Pj Bupati Pati Singgung Status Tanggap Bencana

Rapat koordinasi (rakor) penanganan banjir di Kabupaten Pati yang disgelar di ruang Joyo Kususmo, Senin (5/12). (Foto: istimewa)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan banjir di Kabupaten Pati, yang melanda di sejumlah wilayah Pati bagian selatan, digelar di ruang Joyo Kusumo, Senin (5/12/2022).

Diketahui dalam rapat tersebut dihadiri oleh Setda, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Plt Kapolresta Pati Christian Tobing, Dandim 0718/Pati, Sekda Pati, Kepala BPBD, dan seluruh stakeholder dan beberapa kepala OPD lainnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Baznas dan kalangan perbankan tersebut, Henggar mengatakan bahwa Rakor itu dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana banjir di Kabupaten Pati yang terjadi pada beberapa waktu silam.

“Kami butuh laporan dan masukan dari rekan-rekan yang ada di lapangan. Beberapa hari kemarin saya juga memantau langsung di lapangan dan saya sangat berterima kasih kepada seluruh elemen yang sudah ikut membantu baik moril, materiil, tenaga, dan terimakasih juga untuk para relawan dan donatur yang ikut membantu korban bencana banjir di Kabupaten Pati,” kata Henggar, Senin (5/12/2022).

Usai Rakor tersebut, Henggar juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Rakor dengan BPBD dan Forkopimda, serta setelah BPBD dan BNPB melaksanakan evaluasi di lapangan, bencana banjir di Pati. Selanjutnya, dia menyebut sudah sangat memungkinkan untuk ditetapkannya status tanggap bencananya yakni mulai tanggal 1 Desember sampai 14 hari, terhitung sejak tanggal yang ditetapkan.

“Apabila dirasa kurang, maka nanti bisa diperpanjang sampai 7 hari lagi. Mudah mudahan 14 hari ini sudah cukup untuk membantu mempercepat penanganan bencana banjir di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Henggar menegaskan pihaknya akan akan mencoba melakukan rekonstruksi rumah-rumah yang rusak, hilang dan sebagainya. Menurutnya hal inilah yang paling penting saat pasca banjir.

“Adapun untuk kebutuhan logistik InsyaAllah cukup, tidak ada permasalahan”, pungkasnya.

Sementara itu untuk reboisasi, menurut Pj Bupati Pati, sebenarnya sebelum kejadian, pihaknya sudah melakukan moratorium dengan Perhutani terkait lahan atau hutan sosial.

“Jadi sekarang sudah tidak ada lagi pembukaan hutan sosial. Dan dalam waktu dekat nanti akan kami lakukan penanaman pohon bersama dengan seluruh elemen masyarakat. Mungkin di awal tahun atau di akhir bulan ini kita sudah mulai melakukan penanaman pohon secara serentak,” ungkapnya. (hus)

Komentar