Penggerak Kelompok Intoleran Diringkus, Kapolda: Polisi Itu Petarung

Foto Ilustrasi

Solo, 5NEWS.CO.ID,- Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan bahwa polisi adalah petarung serta mampu memberi keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Penekanan itu disampaikan Kapolda menyusul diringkusnya S, orang yang diduga menggerakkan massa dalam kasus penganiayaan oleh kelompol intoleran di Pasar Kliwon, Solo.

Dalam apel bersama di halaman stadion Manahan, Kota Solo, Selasa (18/8/2020), Kapolda menyatakan polisi harus tegas agar dapat menuntaskan persoalan di masyarakat. Ia menyebut bahwa polisi adalah petarung, bukan ayam sayur. Polisi, kata Kapolda, harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Petarung itu mampu dalam situasi apapun. Polri bukan hanya profesi, tetapi jalan untuk mengabdi,” ujar Kapolda saat memberi arahan di Stadion Manahan, Solo, Selasa (18/8) pagi.

“Saya tegaskan jajaran Polda Jawa Tengah dibackup Direktorat Pidana Umum Mabes Polri akan mengejar kelompok intoleran itu. Saya sudah menyampaikan ke seluruh Kapolres di Jawa Tengah khususnya di Solo tidak ada tempat untuk kelompok intoleran,” tegas Kapolda pada kesempatan sebelumnya.

Sementara itu, penggerak massa pelaku penganiayaan terhadap 3 orang habib bernisial S berhasil ditangkap polisi. S diamankan saat berada di Pacitan, Jawa Timur pada hari Minggu (16/8). Warga Solo itu kemudian dibawa kembali ke kota asalnya untuk diproses secara hukum.

“S kita tangkap di Pacitan, Jawa Timur, masih warga Solo,” kata Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Senin (17/8) kemarin.

Kapolres mengungkapkan S merupakan penggerak salah satu kelompok massa yang terlibat dalam aksi pengeroyokan di Mertodranan, Pasar Kliwon, Sabtu (8/8) lalu. Menurut Ade, S akan dijerat dengan Pasal 160 KUHP juncto Pasal 170 tentang penghasutan untuk melakukan perbuatan pidana, kekerasan terhadap orang maupun barang dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

“Polisi akan terus memburu dan mengejar para pelaku yang belum menyerahkan diri,” ungkap Ade.

Aparat hukum, kata dia, tidak akan memberi ruang sedikitpun kepada kelompok intoleransi, premanisme dan radikalisme di Solo. Kapolres berujar, aparat akan terus memburu dan mengejar para pelaku lainnya. Ia berujar, di manapun, sampai kapanpun, polisi akan menegakkan hukum untuk memberikan rasa keadilan, keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.(hsn)