Penemuan Mayat di Saluran Air Kayen Bikin Geger Warga, Korban Diduga Derita Sakit Ayan

Pihak Polsek Kayen saat mengevakuasi jasad korban di TKP. (Foto: Dok. Humas Resta Pati)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Seorang pria berinisial M (35) warga Desa Tambaharjo, Kecamatan Tambakromo ditemukan tewas dengan kondisi tertelungkup di gorong-gorong area makam wisata Syeh Jangkung Desa Kayen, Kecamatan Kayen Kabupaten Pati, pada Sabtu, (21/1/202).

Kabar kematian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar lalu dilaporkan ke Kades Kayen yakni Agus Riyanto (47), pada pukul sekitar 10.00 WIB. Kemudian, informasi tersebut disambungkan ke Polsek Kayen dan bersama-sama mereka bergegas ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Kayen melalui Kasi Humas Polresta Pati, AKP Pujiati membenarkan adanya penemuan mayat di dekat kawasan makam Syekh Jangkung Kayen. Diduga korban miliki riwayat penyakit ayan semasa hidupnya.

“Polsek Kayen bersama tim medis dan yang terkait menuju TKP usai dapat laporan. Di TKP ditemukan mayat seorang laki-laki dan ada warga yang mengetahui alamat korban. Lalu, dihubungi keluarganya,” kata AKP Pujiati saat dikonfirmasi, Sabtu (21/1/2023).

Sementara itu, berdasarkan pengakuan saksi salah satu warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, ia melihat mayat itu saat hendak pergi ke sawah. Saksi menceritakan saat melihat mayat itu dalam kondisi tengkurap dan sebagian badannya masuk ke dalam gorong-gorong. Sontak dirinya kaget dan berteriak memanggil warga yang lain.

“Saya kaget mas, langsung teriak manggil warga yang lain. Mayat memakai kaos warna hijau yang bagian kakinya di dalam slontongan, ” ujarnya.

Atas hal itu, kejadian ini menjadi pusat perhatian warga sekitar hingga warga berdatangan. Namun, tidak ada yang berani mengevakuasi mayat tersebut, dikarenakan Kondisi mayat mengeluarkan darah. Kemudian, kepolisian Polsek Kayen datang untuk evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Lalu, setibanya paman korban, Sutrisno (48) datang dengan maksud untuk menjemput jasad keponakannya itu. Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan bahwa korban mempunyai riwayat kelainan jiwa dan suka hidup menggelandang serta mempunyai riwayat penyakit epilepsi/ayan.

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Kayen untuk dilakukan proses pensucian, namun pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi. Meski demikian, pihak keluarga telah ikhlas menerima kepergiannya. (hus)

Komentar