Pemkab Pati Laksanakan Konsolidasi Pemetaan Analisis Situasi Stunting yang Capai 4.281 Kasus

0
Rapat Kosolidasi/ Pendampingan dalam rangka pemetaan analisi situasi program stuntin di Kabupaten Pati. (Foto: Husain/ 5NEWS.CO.ID)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pati laksanakan rapat konsolidasi/ pendampingan dalam rangka pemetaan analisis situasi program stunting dan manajemen data stunting di kabupaten Pati yang digelar di Hotel New Merdeka, Pati, Kamis (24/11/2022). 

Kadinkes Kab Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan rapat yang diadakan kali ini merupakan rapat yang dikumpulkan dari berbagai macam hasil diskusi pada beberapa pihak. 

“Rapat kali ini adalah rapat yang dikumpulkan dari berbagai macam sekunder dari kepala OPD yang terkait, Camat, Kepala Puskesmas, Dinkes Pati, hingga pihak Rumah Sakit (RS) atau dokter. Kita berkonsolidasi untuk menganalisis situasi perkembangan kasus-kasus stunting yang ada di Pati,” kata Aviani saat memberikan statementnya di rapat tersebut, Kamis (24/11/2022), 

Diketahui kasus stunting pada Balita di Pati pada tahun 2021 mencapai 4.281 dari total balita 70.150 dengan presentase 6,10 %. Data tersebut berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pati Muhtar mengatakan pada tahun ini setidaknya ada 18 desa yang akan dilaksanakannya program prioritas penanganan stunting. 

”Jadi misal untuk prioritas penanganan stunting pada 2022 ini sudah ditetapkan di awal/pertengahan 2021. Tahun ini ada 18 desa lokasi fokus (Lokus). Lalu pada 2023 24 desa,” ujarnya. 

”Jadi penimbangan serentak ini didampingi instansi terkait dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Biasanya setahun dua kali (Maret dan Agustus). Itu sebagai dasar evaluasi,” sambungnya. 

Dalam rapat menganalisis data stunting tersebut juga disampaikan terkait intervensi gizi sensitif. Hal ini bisa diterapkan jika menyediakan dan memastikan akses pada air bersih, sanitasi, akses layanan kesehatan (KB), JKN, Jampersal, sosialisasi atau pendidikan sejak usia dini dan terhadap orang tua terkait permasalahan gizi (stunting), meningkatkan kualitas pangan dan memberi bantuan serta jaminan sosial bagi keluarga kurang mampu. 

Meski kasus stunting memang kerap menimbulkan permasalahan tersendiri terutama pada balita. Namun, dalam rentan waktu akhir-akhir tahun ini statistik skala angka stunting pada anak di Pati menunjukan penurunan. 

Menurut data dari Dinkes Pati, angka stunting pada anak di Pati cukup menunjukan penurunannya dalam kurun waktu 3 tahun terakhir yakni, pada tahun 2020 menunjuk pada presentase 5,6%; 2021 menunjuk pada 5,76%, dan 2022 pada 5,43%. (hus)

Komentar