Pemkab Pati Genjot Vaksinasi Kelompok Lansia

0
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang warga lanjut usia (lansia). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menegaskan bahwa vaksinasi untuk kelompok lanjut usai (lansia) masih harus digenjot karena capaiannya hingga saat ini masih rendah, baru 54,5 persen untuk dosis dua, kata Bupati Pati Haryanto.

“Untuk meningkatkan capaian vaksinasi lansia tersebut, maka semua camat dan kepala puskesmas kami instruksikan untuk melakukan percepatan vaksinasi lansia agar capaiannya bisa meningkat lagi,” katanya di Pati, Rabu (13/04/22).

Apalagi, kata dia, untuk bisa turun ke status PPKM COVID-19 level 1 salah satu syaratnya capaian vaksinasi tahap II bagi lansia mencapai 60 persen.

Menurut dia momentum Ramadhan 1443 Hijriyah bisa dimanfaatkan untuk menggenjot vaksinasi lansia dengan menyasar jamaah shalat tarawih di masjid-masjid yang ada di Pati.

Oleh karena itu, dia meminta, semua Puskesmas membuat jadwal pelaksanaan vaksinasi di wilayah kerjanya masing-masing.

Ia mencontohkan pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Gembong pada malam hari disediakan 20 vaksinator.

Sebaiknya, dijadwalkan per desa untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi tahap kedua.

Bupati juga akan menginstruksikan kepala desa, kantor pos dan dinas sosial untuk menunda pendistribusian bantuan langsung tunai bagi penerima bantuan yang belum vaksin.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, capaian vaksinasi kelompok lansia untuk dosis pertama sebesar 72,95 persen atau 102.483 orang dari target sebanyak 140.488 orang.

Sedangkan dosis kedua baru 54,50 persen atau 76.564 orang dan dosis ketiga sebesar 6,7 persen atau 9.406 orang.

Secara keseluruhan capaian vaksinasi di Kabupaten Pati untuk dosis pertama sebanyak 921.145 orang atau 87,53 persen dari sasaran sebanyak 1.052.430 orang.

Sedangkan dosis kedua mencapai 72,58 persen atau 763.868 orang dan dosis ketiga tercapai 8,01 persen atau 84.339 orang, demikian Haryanto. (Antara/mra)

Komentar