Pelaku Kekerasan Seksual Anak Dikenai Ancaman Pidana, Menteri PPPA Singgung Hukuman Kebiri

Ilustrasi gambar

Jakarta, 5NEWS.CO.ID, -Salah satu anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) berinisial DN, diduga telah melakukan kekerasan seksual anak terhadap N yang telah didampinginya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga meminta kepada Pemerintah Daerah, Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung , Dinas PPPA Lampung Timur dan  pihak kepolisian diminta untuk mengusut kasus ini serta mengambil langkah-langkah penanganan dari proses perlindungan terhadap korban, pemeriksaan kesehatan, pendampingan psikologis, hingga mengawal sampai proses hukumnya.

Ia menegaskan pihaknya tidak segan-segan akan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku (DN) kekerasan seksual anak.

“Pelaku bisa dijerat dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 (Perppu Kebiri),” jelas Bintang, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya DN seorang aparat yang seharusnya ia melindungi anak, tetapi dirinya malah melakukan tindak pidana dengan melakukan persetubuhan terhadap anak. Atas tindakannya tersebut, DN dikenai ancaman pidana diperberat dengan ditambah sepertiga (1/3) atau maximal 20 tahun, bahkan dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku, tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik.

Bintang berharap kepada DPR RI agar dapat memasukkan kembali rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) ke dalam Program Legislasi Nasioanal (Prolegnas) Prioritas 2020, mengingat semakin maraknya kekerasan seksual sekarang ini. (dbs/sari).