Koperasi Konten, Mimpi Besar Ekspedisi Indonesia Baru

0
Koperasi Konten, Mimpi Besar Ekspedisi Indonesia Baru
Gambar: Poster Ekspedisi Indonesia Baru

Wonosobo, 5NEWS.CO.ID,- Ekspedisi Indonesia Baru yang rencananya dimulai pada bulan Juni 2022, telah diawali dengan dua ekspedisi mengelilingi Indonesia. Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa yang digagas oleh Farid Gaban dan Indonesia Biru rintisan Dhandy Dwi Laksono, sebelumnya telah memotret wajah Indonesia dan disajikan melalui karya-karya dokumenter. Meskipun demikian, kedua jurnalis senior itu mengaku ekspedisi mereka belum maksimal.

“Setelah dievaluasi, saya sadar bahwa banyak sekali potensi dan peluang sosial-ekonomi-politik yang terlewatkan,”kata Dandhy di depan anggota tim Ekspedisi, Selasa (17/5/2022) di Wonosobo.

Dandhy menuturkan bahwa hasil ekspedisi sangat melimpah. Akan tetapi, tenaga dan waktu untuk mengolahnya menjadi konten sangat terbatas.

“Hasil ekspedisi Indonesia Biru ada 12 terrabyte video dan 80 ribu foto. Kita baru rampung mengolahnya jadi konten dalam waktu 5 tahun,” ujar Dandhy.

Berbekal pengalaman itu, Ekspedisi Indonesia Baru merumuskan konsep ekspedisi dengan sistem koperasi. Menurut Dandhy, anggota koperasi harus aktif dan tidak boleh pasif. Selain itu, suara anggota juga harus dihargai sama, agar tidak ada suara yang lebih dominan dan berkuasa.

Koperasi ini, tutur Dandhy, diciptakan untuk mencari titik keseimbangan antara sisi sosial dengan sisi komersil. 

“Ini bukan yang pertama. Kita sudah eksperimen 12 tahun di Watchdoc. Dan itu cukup berhasil,” imbuhnya.

Seperti yang telah dilakukan oleh Watchdoc, ada sisi sosial seperti film gratis dan nonton bareng (nobar). Di samping itu, ada sisi komersial seperti iklan, film bioskop, dan sebagainya. Konten yang akan diolah koperasi adalah video, foto, buku, training, footage, artefak, dan semua produk dokumentasi.

“Jadi akan seperti Watchdoc kedua,” canda Dandhy.

Mengamini Dandhy, Farid mengakui hasil ekspedisinya juga belum maksima. Menurut dia, Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa berhasil mengumpulkan sekitar 70 ribu foto. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 10 ribu yang dapat dijadikan konten.

Menurut Farid, keindahan koperasi terletak pada keseimbangan antara fungsi social dan komersil. Ia juga menyebut, tim ekspedisi akan bekerjasama dengan komunitas-komunitas lain yang lebih luas.

“Harus seimbang antara sisi sosial dan komersilnya. Keindahan koperasi itu ya persis ada di sini,” tandas Farid.

“Salah satu tujuan utama kita memang menjalin simpul-simpul komunitas di seluruh Indonesia,” pungkasnya.(M/N)

Komentar