Karantina Dikebun Seperti Dikucilkan

Gubuk reyot inilah tempat Maman dikarantina, foto liputan6.com

Sikka, 5NEWS.CO.ID, – M Maman warga Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT akhirnya dijemput oleh tim Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 guna menjalani karantina kembali di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka.

Tim tersebut menjemput, setelah tersiar kabar dari media bahwa warga Tuabao usai menjalani karantina di Aula SCC dan ingin pulang, malah dikarantina ditengah kebun jauh dari pemukiman warga oleh pengurus desanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus membenarkan kabar tersebut. Ia langsung mengutus tim untuk menjemput lagi eks penumpang yang dibiarkan dikarantina di kebun dengan menggunakan mobil ambulans gawat darurat COVID-19.

“Saat ini eks penumpang LM Lambelu yang bernama Muhammad Maman sudah tiba di Kantor Dinas Pariwisata untuk menjalani karantina terpusat lanjutan,” jelas Petrus, Senin (27/4/2020) kemarin.

Sementara Kepala Desa Tuabao, Thomas Tato mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama relawan desa untuk mengambil solusi, dipindahkan ke rumah keluarganya atau mengembalikan di tempat karantina.

Kembalinya Maman ditempat karantina berdasarkan keputusan bersama pihak pemerintah desa dengan pihak keluarga.

Terkait kabar tersebut Maman membenarkannya, ia tiba didesa pada Jumat (24/4)pagi. Dirinya langsung diminta oleh pengurus desa untuk karantina mandiri ditengah kebun.

“Saya minta karantina dirumah saja, tapi pihak desa khawatir terhadap penyakit corona. Akhirnya saya dikarantina dikebun jauh dari warga,” kata  Maman, Senin (27/4).

Maman mengaku sudah menjalani karantina 4 hari, ia merasa dikucilkan. Berdasar keadaan tersebut, dirinya berharap bisa dikembalikan lagi ditempat karantina daripada dikebun.

Untuk makan dan minum setiap harinya saja diantar sama keluarga, lanjut Maman. Bahkan air untuk mandi dan cuci tangan pun juga tidak ada. (sari)