Gegara Saf Salat, Imam Masjid Dikeroyok 3 Bersaudara di Banten

 Imam Masjid Dikeroyok 3 Bersaudara di Banten
Gambar ilsutrasi

Serang, 5NEWS.CO.ID,- Imam masjid di Pontang, Kabupaten Serang, Banten, dikeroyok tiga bersaudara hingga babak belur. Insiden terjadi karena pelaku tidak terima ditegur agar meluruskan saf (barisan) salat. Tiga orang kakak beradik, masing-masing MM (45), RY (58) dan SP (44) kini diamankan polisi.

Peristiwa yang menodai bulan suci Ramadhan ini terjadi di mesjid Al Firdaus, Kampung Begog, Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Haji Nabhani, yang saat itu memimpin salat Ashar meminta MM yang berada di barisan makmum agar merapikan pakaian dan meluruskan barisan salat. Namun, MM merasa tersinggung dan terjadilah keributan.

“Awal mula kejadian pada Jumat (25/03) saat salah satu pelaku MM sedang melaksanakan Sholat Ashar dan yang menjadi imamnya adalah korban. Kemudian korban menegur MM agar meluruskan barisan dan pakaian sholat, namun MM tidak terima dan menceritakan kejadian tersebut kepada RY dan SP,” kata Kapolres Serang AKBP Yudha Satria di Serang, Jumat (15/4/2022).

Selanjutnya, kata Yudha, dihari yang sama saat selesai salat magrib, SP sudah menunggu di teras samping pintu masjid yang berlokasi di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang dan langsung menarik baju korban.

Kemudian RY langsung memukul bagian wajah korban dengan menggunakan tangan kosong sebanyak tiga kali, lalu dipukul kembali oleh MM di bagian leher belakang sebanyak satu kali dan bagian punggung sebanyak satu kali.

Setelah itu, kata Yudha, SP langsung mencekik dari arah belakang dengan menggunakan siku tangan kanan. Setelah korban melepaskan cekikan tersebut, SP langsung memukul bagian wajah korban dengan menggunakan tangan kanan sebanyak satu kali. Setelah kejadian tersebut korban yang tidak terima langsung membuat Laporan Polisi ke Polres Serang pada Sabtu pada tanggal 26 Maret 2022 yang lalu.

Selanjutnya Yudha menjelaskan, ketiga pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing. Menurut Yudha, atas dasar laporan Polisi tersebut dan satu lembar surat hasil Visum Et Repertum korban, maka Tim Satreskrim Polres Serang melakukan penangkapan terhadap para pelaku pada Selasa (12/04) sekitar pukul 22.00 WIB di dalam rumah pelaku yang berlokasi di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Yudha menjelaskan ancaman hukuman kepada pelaku akan dikenakan Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Yudha menghimbau para pihak dapat meredam emosinya, apalagi di bulan suci Ramadhan, agar menghindarkan diri dari kekerasan dan perbuatan tercela lainnya.(ANTARA/hsn)