Gara-gara Sakit Hati, Pemuda Asal Tayu Pati Tega Bacok Keluarganya

Olah TKP oleh tim Polsek Tayu. (Foto: ist/5News)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Tragedi pembacokan telah terjadi di Desa Pondowan, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Mirisnya pelaku diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan sang korban.

Pelaku pembacokan diketahui berinisial JDP (21) dan korban bernama Ngatimin (44). Pelaku melancarkan aksi kejinya itu lantaran dirinya sering disakiti oleh korban semasa hidupnya.

Dengan penuh perasaan sakit hati terhadap korban, akhirnya JDP gelap mata hingga merenggut nyawa Ngatimin. Kejadian itu terjadi pada Rabu (16/8) kemarin.

Kapolsek Tayu Iptu Aris Pristianto, membeberkan bahwa rumah korban dan pelaku berdampingan. Pada pengakuan pelaku, dirinya sering dianiaya oleh korban.

”Motifnya sakit hati. Antara korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga dan rumahnya berdampingan. Selama ini menurut pelaku, korban dianggap semena-mena kepada keluarga pelaku,” ungkap Iptu Aris saat dikonfirmasi, Senin (21/8/2023).

Pelaku sendiri melancarkan aksinya ketika korban berada di dalam Kamar Mandi Masjid Darussalam di desa setempat. Ketika itu pelaku membawa golok dan menghampiri korban.

Tanpa berfikir panjang korban langsung dianiaya menggunakan senjata tajam tersebut. Atas kejadian tersebut, lanjut Kapolsek, korban terkapar dengan kondisi berlumuran darah sehingga warga yang melihat bergegas membawa Ngatimin ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH) Tayu.

”Selanjutnya unit Reskrim Polsek Tayu dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Andriyanto bersama anggota mengecek keadaan korban di Rumah Sakit KSH Tayu. Selanjutnya dilaksanakan cek TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengamankan barang bukti,” jelasnya.

Usai pelaporan ke pihak polisi, akhrinya JDP diringkus meskipun pelaku sempat melarikan diri, tetapi keberadaan terendus oleh kepolisian.

”Alhamdulillah tidak perlu waktu lama hanya 5 jam setelah kejadian, pelaku bisa kita tangkap di Desa Gadu Kecamatan Gunungwungkal,” ucapnya.

Pelaku dan barang bukti pun digelandang ke Kantor Polsek Tayu guna proses lebih lanjut. Pelaku terancam pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan dipidana hukuman penjara lima tahun. (hus)