Dua Hari Pasca Cabut Lockdown, Presiden Prancis Positif Virus Corona

0
Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terinfeksi virus virus corona. (Foto: AFP/GETTY IMAGES)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Setelah longgarkan kebijakan Lockdown, Presiden Prancis Emmanuel Macron dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Macron mengatakan kondisinya baik-baik saja usai dinyatakan terpapar virus menular itu.

“Presiden Macron telah didiagnosis positif corona hari ini. Diagnosis ini dibuat setelah tes PCR yang dilakukan pada awal gejala pertama,” ungkap kantor Kepresidenan Prancis dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters.

Walaupun mengtakan kondisinya baik-baik saja, Macron tetap akan menjalani isolasi selama tujuh hari ke depan dan akan terus menjalankan pemerintahan dari jarak jauh.

“Saya bekerja dengan kecepatan yang sedikit lebih lambat karena virus, tetapi saya akan terus fokus pada masalah prioritas tinggi, seperti penanganan epidemi kami, atau, misalnya, berkas Brexit,” kata Macron, dilansir dari reuters, Sabtu (19/12/2020).

Juru bicara kepresidenan mengatakan bahwa semua perjalanan Macron telah dibatalkan, termasuk kunjungan ke Lebanon pada 22 Desember mendatang. Orang yang pernah melakukan kontak dengan Presiden kontroversial ini juga telah dianjurkan untuk isolasi mandiri.

“Saya ingin meyakinkan Anda – saya baik-baik saja. Saya memiliki gejala yang sama seperti kemarin, terutama kelelahan, sakit kepala, batuk kering, seperti ratusan ribu dari Anda yang harus hidup dengan virus atau yang hidup dengan itu hari ini,” ujar Macron.

Dia mengatakan dia akan memberikan keterangan rutin tentang kesehatannya dan mengakui bahwa dia mungkin tertular penyakit melalui “saat kelalaian”. Macron mengadakan banyak pertemuan dengan sesama kepala pemerintahan Uni Eropa dalam beberapa hari terakhir.

Tes positif Macron keluar hanya dua hari setelah Prancis melonggarkan langkah-langkah untuk mengekang gelombang kedua corona, menggantikan Lockdown nasional dengan jam malam. Otoritas kesehatan Prancis pada Rabu melaporkan peningkatan kasus tertinggi sejak 21 November.

Dia mengimbau warga untuk berhati-hati menjelang Natal. Virus itu telah menewaskan sekitar 60.000 orang di Prancis dan infeksi baru setiap hari sekali lagi cenderung lebih tinggi setelah pemerintah melonggarkan Lockdown. (mra)

Komentar