Driver Gojek di Semarang Wajib Cek Suhu Badan, Masker hingga Handsanitizer

0
Gambar tangkapan layar Webinar Regional Jawa – Bali bertema “Perubahan Perilaku Konsumen dan Adaptasi Pelaku Usaha di Masa Pandemi COVID-19” yang digelar Gojek bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Senin (12/10/2020).

Semarang, 5NEWS.CO.ID,- Selama pandemi COVID-19, driver ojek online tergolong kelompok yang terdampak langsung. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah kota membuat pendapatan mereka anjlok drastis. Aplikasi Gojek membuat terobosan Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan atau J3K di masa transisi Kebiasaan Baru.

Platform Gojek mewajibkan mitranya, termasuk driver, menerapkan J3K secara ketat. Para driver diwajibkan menjalani cek suhu badan dan penyemprotan disinfektan setiap minggunya. Tak hanya itu, para driver juga diwajibkan memakai masker dan handsanitizer. Layanan transportasi daring ini juga menentukan sejumlah Posko Aman Gojek di beberapa lokasi di Semarang.

Para driver mitra Gojek diwajibkan untuk cek suhu dan sterilisasi kendaraan mereka setiap minggu dan hasilnya tercatat di aplikasi. Artinya, driver yang tidak menjalani prosedur ini terkena sanksi tidak dapat menerima order.

Ali (37), seorang driver Gojek di Semarang mengaku terbantu dengan kebijakan J3K. Sejak prosedur ini diterapkan, penghasilannya berangsur membaik setelah para pelanggan kembali menggunakan aplikasi.

Menurutnya, pelanggan merasa aman setelah mengetahui mitra Gojek diwajibkan menjalani cek suhu badan hingga wajib menggunakan handsanitizer. Ia sendiri melakukan cek rutin di daerah Pedurungan, tepatnya di Koramil 11.

“Setiap driver diwajibkan cek berkala, cek suhu dan steril kendaraan. Itu dilakukan seminggu sekali. Jika driver tidak melakukan itu tidak dapat ‘ON’. Tidak bisa mendapat order,” kata Ali kepada 5NEWS.CO.ID Senin (20/10/2020) pagi.

Senada, driver Gojek bernama Hasyim (33) juga mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut dirinya wajib menjalani cek suhu dan sterilisasi kendaraan di Posko Aman setiap minggu sekali. Hasyim mengatakan, pihak Gojek juga memberikan masker dan handsanitizer setiap dua minggu sekali kepada setiap driver.

“Cek suhu badan dan semprot disinfektan wajib setiap minggu sekali. Pembagian masker dua minggu sekali. Sebulan sekali driver dikasih handsanitizer gratis,” tutur Hasyim.

Dia mengaku pendapatannya dari order juga meningkat. Menurut dia, sistem pengumpulan poin yang diterapkan Gojek baru-baru ini membuat penghasilan mitra driver bertambah.

“Kalau sistem lama sebelum pandemi kan poinnya harus 65. Sekarang sudah agak mendingan,” ujar dia.

Sebelumnya, aplikasi ojol Gojek menerapkan J3K guna menjaga kesehatan dan keamanan mitra dan pelanggan dari COVID-19. VP Regional Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say mengatakan pihaknya berupaya melakukan yang terbaik untuk menjaga mitra dan pelanggan dari dampak pandemi.

“Selama pandemi ini kita melihat perilaku konsumen yang harus kami jawab. Salah satu perilaku utama adalah ketakutan konsumen ketika mereka mau bepergian, mau makan, kirim-kirim barang dan lain-lain. Salah satu hal yang harus dilakukan sebagai pelaku usaha adalah membuat rasa aman,” kata Reza dalam Webinar Regional Jawa – Bali bertema “Perubahan Perilaku Konsumen dan Adaptasi Pelaku Usaha di Masa Pandemi COVID-19” yang digelar Gojek bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) beberapa waktu lalu.(hsn)

Komentar