Arpusda Pati: Literasi Identik dengan Kemampuan Nalar dan Pemecahan Masalah

0
Arpusda Pati: Literasi Identik dengan Kemampuan Nalar dan Pemecahan Masalah
Gambar ilustrasi

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengungkapkan hubungan kemampuan literasi dengan kemampuan nalar dan pemecahan masalah. Literasi adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut kemampuan membaca dan menulis.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arpusda, Priyono Arief Fandillah, mengatakan bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menalar. Menurut Arief, kemampuan nalar tinggi hanya dimiliki oleh mereka yang memilki tingkat literasi yang tinggi. Penalaran, kata dia, diperlukan dalam memecahkan masalah.

“Seseorang dengan tingkat literasi tinggi mempunyai kemampuan penalaran dan pemecahan masalah dalam berbagai bidang, termasuk dalam sains, numerasi juga finansial,” kata Arief melalui keterangan tertulis, Senin (29/11/2021) siang.

Ia menjelaskan bahwa kebanyakan orang cenderung belajar untuk membaca, namun sedikit yang membaca untuk belajar. Padahal, membaca merupakan alat untuk memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan. Arief pun memaparkan teknik membaca yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, keberhasilan membaca lebih kepada kemampuan memprediksi, mempertanyakan argumen, menyimpulkan dan mengaplikasikan isi bacaan dengan hal yang relevan dalam kehidupan.

Arief menyebut bahwa literasi merupakan potensi yang dapat dikembangkan dan bukan potensi yang dimiliki sejak lahir. Lupa menghubungkan kemampuan menulis dengan kemampuan membaca. Oleh sebab itu, ia beranggapan tidak ada anak yang terlahir dengan kecenderungan tidak suka membaca.

“Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Arief.

Literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Mengeja lalu membaca dengan lancar, paparnya, hanyalah awal dari proses pembelajaran literasi. Kemampuan literasi sangat mempengaruhi penalaran dan kompetensi anak sehingga sejak usia dini anak perlu dibekali dengan kecintaan pada aktivitas literasi.

“Literasi perlu dipahami lebih dalam agar memiliki kompetensi literasi yang utuh,” ujarnya.

Menurut Arief, urgensi literasi bagi anak usia sekolah harus diperhatikan. Karena aktivitas ini membuat anak terbiasa membaca hingga minat dan bakat dalam diri anak tersebut lebih cepat berkembang.(hsn)

Komentar