Tersangka Penistaan Agama Muhammad Kece Dianiaya Sesama Tahanan di Penjara hingga Babak Belur

0
Penampakan Muhammad Kece yang babak belur setelah dianiaya oleh sesama tahanan di penjara. (Foto: Sindonews)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Tersangka penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece menjadi korban penganiayaan Irjen Pol Napoleon Bonaparte di Rutan Mabes Polri.

Napoleon pun menyebut siap mempertanggungjawabkan semua tindakannya terhadap M Kece.

Dan foto penampakan wajah Muhammad Kece yang babak belur pun ramai beredar di media sosial pasca dihajar Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Ia nampak Mengenakan kaos berwarna hijau, mata sebelah kiri M Kece tampak agak tertutup karena kondisinya membengkak.

Dirtipidum Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan M Kece tak hanya mengalami penganiayaan tetapi juga mendapat perlakuan kurang baik lainnya dari Napoleon Bonaparte. Dia mengungkapkan M Kece dilumuri kotoran oleh Napoleon.

“Surat terbuka Irjen Napoleon tak pengaruh pada proses penyidikan,” ujar Brigjen Andi melalui keterangan singkatnya.

Napoleon Bonaparte mengaku bahwa alasannya melakukan tindakan tidak terpuji itu adalah bahwa ia menganggap Muhammad Kece membahayakan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Haposan Batubara menyampaikan surat terbuka alasan kliennya melakukan penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece di tahanan Mabes Polri.

Berikut ini lima poin surat terbuka yang disampaikan Napoleon Bonaparte, Minggu (19/9/2021) dan beredar luas di kalangan wartawan:

Surat Terbuka. Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air. Sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya.

Terkait simpang-siurnya informasi tentang penganiayaan terhadap M Kece, dapat saya jelaskan sebagai berikut:

  1. Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan Lil ‘alamin.
  2. Siapapun bisa menghina saya tapi tidak terhadap Allah-ku, Alquran, Rasululloh SAW, dan akidah Islam-ku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya.
  3. Selain itu, perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia.
  4. Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu.
  5. Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kece. Apapun resikonya semoga kita semua selalu berada dalam perlindungan Allah SWT, dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita. (kri/mra)

Komentar