Timbulkan Kerumunan, Youtuber Sara Wijayanto dan Demian Aditya Batal Syuting di RSK Tayu Pati

0
Sara Wijayanto bersama tim saat di RSK Tayu Pati. (Foto: Instagram @diarymisterisara)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Youtuber DiaryMisteriSara batal syuting di RSK Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sebelumnya, mereka diketahui telah berada di lokasi pada Selasa (31/08/21) dan melakukan berbagai macam persiapan.

Namun, banyak warga yang mengetahui aktivitas mereka dan ingin tahu sehingga menimbulkan kerumunan. Masyarakat antusias ingin melihat kegiatan apa yang tengah dilakukan di Rumah Sakit Kristen yang telah cukup lama tidak beroperasi tersebut.

Melihat adanya kemungkinan timbul kerumunan di luar lokasi, maka pasangan YouTuber terkenal itu memutuskan untuk tidak melanjutkan proses syuting. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan yang ada.

Diketahui, acara tersebut sudah berlangsung selama 10 menit dan tak berselang lama petugas kepolisian datang ke lokasi, lantas membubarkan acara yang dilakukan.

Perwakilan DiaryMisteriSara telah mencoba untuk melakukan mediasi dengan Polsek Tayu untuk kegiatan tersebut, namun telah diputuskan bahwa acara tidak boleh dilanjutkan atau harus dibatalkan.

“Walaupun kami sudah punya semua perizinan resmi dari semua instansi terkait, tapi akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan shooting (batal), dikarenakan kondisi di luar lokasi tidak kondusif dan ada keramaian,” tulis akun Instagram resmi @diarymisterisara.

Pembatalan itu juga dikonfirmasi oleh Demian Aditya dan Sara Wijayanto dalam akun Instagram pribadi mereka masing-masing.

Kapolsek Tayu Iptu Rumain menerangkan kehadiran dua konten kreator itu memicu kerumunan karena warga banyak yang berbondong-bondong datang menonton, Selasa (31/08) malam. Untuk diketahui, RSK Tayu Pati merupakan kompleks rumah sakit yang saat ini ditutup sejak 2013 lalu dan memiliki kisah mistis.

“Karena sebelumnya masyarakat sudah mengetahui agenda itu, sehingga rasa ingin tahunya masyarakat berdatangan dan berkerumun untuk melihat kegiatan pembuatan konten kreator. Ketika berjalan 10 menit tim Gustu Covid Kecamatan dan Tim PPKM Kabupaten menghentikan kegiatan tersebut,” jelas Rumain kepada wartawan, Rabu (01/09/21). (mra)

Komentar