Beri Bantuan Paket Data Internet, Kemenag Anggarkan Dana Rp479 Miliar

0
Ilustrasi mahasiswa dan dosen yang menerima kuota gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (DOK. ANDROW PARAMA M.)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Kementerian Agama (Kemenag) menganggarkan dana Rp 479 miliar untuk mendukung kebutuhan bantuan paket data internet bagi siswa, mahasiswa, dan guru bagi sekolah dan perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag selama tiga bulan ke depan.

Kebijakan tersebut diambil karena lebih dari 10 juta siswa dan 1,6 juta mahasiswa binaan Kemenag terdampak Covid-19 dan harus menempuh model belajar mengajar dari rumah.

“Bantuan kuota internet selama September, Oktober dan November, dianggarkan Rp479 miliar. Selanjutnya, Kementerian Agama akan mengusulkan kembali kekurangan tambahan anggaran Rp243 miliar kepada Kementerian Keuangan,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan resminya yang dikutip Kamis (5/8).

Tak hanya itu, Yaqut mengatakan pihaknya juga menetapkan kebijakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Keringanan tersebut terdiri dari pengurangan, perpanjangan waktu pembayaran dan penyicilan pembayaran UKT pada PTKN BLU.

Menurutnya, pelbagai program tersebut bentuk kehadiran negara untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung pada situasi darurat pandemi.

“Agar tidak terjadi learning loss dan meningkatnya angka putus sekolah/kuliah,” kata dia.

Yaqut menambahkan pihaknya sudah menyiapkan pelbagai program lain untuk penanggulangan dan pencegahan Covid-19 di bidang pendidikan.

Di antaranya dengan melakukan refocusing anggaran Ditjen Pendis sebesar Rp574 miliar untuk penanganan Covid-19. Lalu, Kemenag juga mengembangkan Kurikulum Darurat Madrasah, Pengembangan Kompetensi Guru untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Penyaluran BOS Madrasah sebesar 3,668 triliun.

“BOS madrasah yang digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran digital dan optimalisasi sanitasi madrasah,” kata dia.

Bantuan kuota internet dan Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun 2021 ini merupakan kolaborasi dari tiga kementerian, yakni Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, pada tahun anggaran 2020, Kementerian Agama juga telah memberikan bantuan paket data internet untuk mendukung PJJ kepada siswa, mahasiswa, guru dan dosen. (rzr/wis/mra)

Komentar