Presiden Jokowi Sebut Indonesia Menanggung Beban Berat Akibat Pandemi Covid-19

0
Presiden Jokowi sebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 resmi diperpanjang, dari 26 Juli 2021 – 2 Agustus 2021. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Indonesia masih dilanda mewabahnya Covid-19 di tanah air. Setiap hari angka penularannya kepada masyarakat Indonesia makin bertambah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengatakan, saat ini Indonesia sedang menanggung beban berat akibat pandemi Covid-19 ini.

“Saat ini kita harus menanggung beban yang berat akibat pandemi Covid-19. Kita harus berjuang mengatasi permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi,” ujar Jokowi dalam pidatonya di acara Konvensi Kampus XVII dan Temu Tahunan XXIII Forum Rektor Indonesia 2021,” Selasa (27/7).

Orang nomor satu di Indonesia ini menambahkan untuk bidang pendidikan saat ini semuanya dilakukan dengan cara terbatas interaksinya. Seperti hanya melakukan proses belajar mengajar secara virtual.

“Kita harus berjuang untuk tetap menjalankan proses pendidikan di tengah pembatasan interaksi dan pertemuan fisik,” katanya.

Pria asal Surakarta, Jawa Tengah ini menyadari adanya pandemi Covid-19 ini sebagai ujian bagi Indonesia sejauhmana masyarakatnya bisa melewati tantangan yang besar ini.

“Pandemi Covid-19 juga merupakan sebuah ujian terhadap ketangguhan kita, merupakan pressure test sejauh mana kita mampu menghadapi tekanan yang sangat berat ini, menguji ketangguhan kita di segala bidang, juga menguji ketangguhan dunia pendidikan kita,” katanya.

Jokowi mengaku saat ini pemerintah sedang berupaya membebaskan masyarakat Indonesia dari ancaman Covid-19. Sehingga dibutuhkan saat ini langkah-langkah inovatif untuk keluar dari tantangan tersebut.

“Memang harus berjuang dengan munculkan inovasi agar bisa bertahan saat pandemi ini. Kita harus semakin mengembangkannya, kita teruskan di paska pandemi nanti,” ungkapnya.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung dampak pandemi Covid-19 yang memberikan perubahan besar dalam perkembangan revolusi industri 4.0. Sehingga kondisi ini mendorong perubahan lansap sosial budaya, perubahan lanskap ekonomi, politik.

“Kita harus akui bahwa teknologi telah menjadi master disrupsi. Perdagangan telah bergeser menjadi e-commerce. Dunia perbankan telah terdistrupsi oleh hadirnya fintech dan berbagai macam epayment. Dunia kedokteran dan Farmasi semakin terdistrupsi oleh health tech. Profesional hukum juga mulai diguncang oleh regtech dan dunia pendidikan telah terdistrupsi besar-besaran oleh edutech,” pungkasnya. (Dbs/mra)

Komentar