Ngaji NgAllah Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin: Gotong Royong Solusi Pandemi Covid-19

0
Anis Sholeh Ba’asyin berbicara pada Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-115 dengan tema “Sembuh, Indonesia Sembuh”, Sabtu (24/7/2021). (Gambar tangkapan layar)

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-115 kali ini “Sembuh, Indonesia Sembuh” bukan sekadar judul, melainkan doa bersama agar bangsa ini segera diberi kesembuhan. Anis Sholeh Ba’asyin mengajak masyarakat meningkatkan gotong royong sebagai kekuatan utama dan jalan keluar dari pandemi Covid-19. Ia menyebut upaya ini tak hanya fisik tapi secara keseluruhan.

“Lewat pandemi mari tingkatkan gotong royong. Itulah kekuatan kita. Warga bantu warga,” kata penggagas Suluk Maleman Anis Sholeh Ba’asyin, Sabtu (24/7/2021) yang bertepatan dengan malam bulan purnama.

Dia katakan, paling penting saat masa pandemi seperti sekarang ini adalah membangun gotong royong di tingkat terkecil masyarakat seperti RT maupun RW bahkan desa. Menurut Anis, hal itulah yang nantinya akan membantu masyarakat untuk bangkit kembali.

“Saat ini ada pelajaran besar. Pandemi membuka betapa banyak kekurangan yang dimliki manusia,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Rimawan Pradiptyo, penggagas gerakan SONJO, gerakan gotong royong warga menghadapi pandemi yang berbasis di Yogyakarta mengatakan, nilai kemanusiaan adalah nilai tertinggi di atas nilai-nilai yang lain. Jika nilai ini dijunjung tinggi, kata Rimawan, bangsa ini bisa mengatasi ancaman pandemi Covid-19 dengan segera.

“Ada pengusaha mengatakan kalau PPKM diperpanjang kita bisa kolaps. Yang politisi bertanya nanti tahun 2024 bagaimana. Lha wong bulan depan aja belum tentu masih hidup kok mau membahas 2024,” ujar Dr Rimawan.

Sementara itu, dokter spesialis bedah yang juga konsultan onkologi di RSUP Dr. Kariadi Semarang Dr dr. Darwito, mengibaratkan situasi pandemi Covid-19 sebagai perang dengan musuh yang tak kelihatan. Ia berpendapat bahwa garda terdepan peperangan melawan Covid-19 sebenarnya adalah masyarakat.

“Bahwa rumah sakit dan dokter itu sebenarnya bukan ujung tombak. Yang ujung tombak itu sebenarnya masyarakat,” ungkap dr Darwito di Suluk Maleman edisi ke-115, Sabtu (24/7).

Dalam kesempatan itu Gus Mus membacakan doa dan puisinya. Ngaji NgAllah yang digelar secara streaming itu juga turut menghadirkan Prof. Dr. Saratri, disaksikan oleh ribuan penonton yang menyaksikan siaran langsung Suluk Maleman official yang diramaikan koleksi lagu dari Sampak GusUran.(hsn)

Komentar