Banjir Bandang Eropa Barat Telan 188 Korban Jiwa, Jerman Terbanyak

0
Hujan deras menyebabkan tanah longsor dan banjir di bagian barat Jerman, puing-puing rumah yang runtuh terlihat di distrik Blessem, Erftstadt, Jerman, Jumat, 16 Juli 2021. (AP PHOTO/DAVID YOUNG)

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Sejak 12 Juli lalu, beberapa negara Eropa seperti Inggris, Austria, Belgia, Jerman, Luksemburg, Belanda, Swiss, hingga Italia, dilanda banjir bandang akibat intensitas hujan lebat dan sungai yang meluap.

Banjir bandang yang menerjang Jerman dan beberapa negara benua biru lainnya kali ini disebabkan oleh cuaca buruk yang menghantam wilayah Eropa dalam beberapa hari terakhir.

Total korban tewas akibat banjir yang melanda sebagian wilayah Eropa bertambah menjadi 188 orang pada Minggu (18/07/21)

Kanselir Jerman Angela Merkel menggambarkan banjir bandang tersebut mengerikan setelah negaranya menjadi yang paling parah terdampak bencana tersebut.

“Ini menakutkan. Bahasa Jerman hampir tidak bisa menggambarkan kehancuran yang terjadi akibat banjir,” kata Merkel kepada penduduk Kota Adenau di Negara Bagian Rhineland-Palatinate pada Minggu (18/07).

Di Jerman sendiri, banjir bandang telah menewaskan sedikitnya 157 orang dalam beberapa hari terakhir. Rhineland-Palatinate menjadi negara bagian yang paling parah terdampak banjir.

Situasi di selatan Jerman semakin memburuk setelah banjir bandang turut menerjang distrik Bavaria selama akhir pekan kemarin.

Jalanan kota berubah menjadi sungai dengan arus air yang deras. Banyak kendaraan hanyut dan terkubur lumpur tebal. Ratusan petugas tim pencari masih mencari korban selamat.

Merkel menganggap banjir tahun ini merupakan bencana alam terburuk di Jerman sejak enam dekade terakhir. Ia berjanji pemerintah akan menggelontorkan bantuan finansial secepat mungkin kepada warga di wilayah terdampak banjir.

“Kami tidak siap untuk bencana ini,” kata Administrator Distrik Berchtesgadener Land Bernhard Kern seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, di Belgia sekitar 163 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang. Pemerintah Perdana Menteri Alexander De Croo mengerahkan personel militer ke Kota Pepinster demi membantu evakuasi korban banjir.

Aliran listrik di beberapa bagian wilayah Eropa terdampak bencana ini pun putus dan menyebabkan akses komunikasi terganggu sehingga menambah tingkat kesulitan proses evakuasi korban oleh tim pencari. (rds/ayp/mra)

Komentar