Minta Debat Konspirasi Dihentikan, Muhammadiyah Serukan Aksi Nyata Atasi Pandemi COVID-19

0
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir

Denpasar, 5NEWS.CO.ID,- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta angkatan muda Muhammadiyah fokus berbuat nyata menolong penanganan pandemi COVID-19 daripada berdebat soal konspirasi. Hal ini disampaikan Haedar dalam Tanwir Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Denpasar, Bali, Sabtu (3/7/2021).

Haedar Nashir mengungkapkan lebih dari 59 ribu warga Indonesia wafat akibat infeksi COVID-19. Musibah ini, kata dia, merupakan fakta bahwa pandemi itu ada dan nyata. Ia juga menyinggung terkait layanan IGD yang overload dalam pekan-pekan ini.

“Sudah berat akibat musibah ini. Sudah lebih dari 56 ribu saudara-saudara kita meninggal. Bahkan di tingkat dunia 3,8 juta lebih meninggal karena Covid. Orang bisa menganalisa sampai detil relasi, kaitan mereka yang meninggal maupun yang terpapar, tetapi bahwa kenyataan yang kita hadapi, saudara-saudara kita dipanggil Tuhan terkait pandemi ini,” kata Haedar, saat memberikan sambutan secara daring di acara pembukaan Tanwir DPP IMM, Sabtu (3/7) di Denpasar.

Menurut Haedar, perdebatan soal konspirasi yang belum tentu benarnya berkaitan dengan keragaman relasi orientasi politik. Haedar pun berpesan agar angkatan muda Muhammadiyah berjiwa besar menanggapi fenomena itu dengan tidak menghiraukannya.

“Pada titik seperti ini diperlukan jiwa besar kita semua untuk menyisihkan perbedaan-perbedaan yang lebih-lebih artifisial seperti itu demi penyelamatan jiwa, demi penyelesaian masalah, dan demi kita sebagai bangsa tetap kompak menghadapi musibah besar ini,” tuturnya, seperti dilansir laman resmi Muhammadiyah or id.

Sikap empati oleh Haedar penting untuk ditekankan di masa pandemi. Sebab, tenaga kesehatan yang terus berjuang telah bekerja keras lebih dari satu tahun lamanya.

“Kita bisa berdebat, kita bisa berdiskusi bahkan saling berargumen tak habis-habisnya di ruang publik. Tetapi kita yang berdialog, berdiskusi, berdebat itu tidak ada di ‘medan perang’ menghadapi Covid ini. Tidak ada di garda depan dan benteng terakhir. Kita hanya ada di ruang dan zona aman,” papar Haedar.

Oleh sebab itu, Haedar menekankan toleransi, sikap empati, peduli dan kesediaan untuk meluruhkan egoisme di tengah pandemi. Ia juga berpesan agar semangat persatuan nasional harus diwujudkan dalam menghadapi problem kebangsaan yang satu ini.(hsn)

Komentar