Penyebab Lonjakan COVID-19 di Kudus, Varian Baru?

0
Covid-19 Kudus
Petugas nakes sedang menangani pasien COVID-19 di RS Dr. Loekmono Hadi, Kudus Jawa Tengah. (Gambar tangkapan layar)

Kudus, 5NEWS.CO.ID,- Lonjakan kasus COVID-19 di Kudus menjadikan Kota Kretek ini sebagai episentrum penyebaran virus corona di Jawa Tengah. Saat ini, pemerintah sedang mendalami kemungkinan varian baru COVID-19 yang kini menginfeksi lebih dari 10.000 orang di Kudus.

Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan faktor utama terjadinya ledakan kasus Corona di wilayahnya adalah abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan lantaran terlalu euforia dengan vaksin.

“Vaksinasi ini membuat masyarakat mengabaikan prokes dan tidak disiplin. Masyarakat menganggap (sudah)antivirus. Padahal vaksin sendiri hanya meningkatkan antibodi dan imun saja,” kata Bupati Kudus Hartopo dalam diskusi KPCPEN, Kamis (10/6/2021).

Menurut Hartopo, tradisi berkunjung ke handai tolan saat lebaran juga menjadi faktor penularan yang lain. Selain itu, masyarakat Kudus juga memiliki tradisi berziarah makam pada momen lebaran. Faktor lain terjadinya ledakan kasus COVID-19, lanjutnya, adalah ramainya pengunjung tempat wisata.

Per hari ini, Kamis (10/6), Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus, mencatat 10.063 kasus terkonfirmasi COVID-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 486 pasien menjalani perawatan di rumah sakit, 7.085 orang dinyatakan sembuh dan 808 kasus meninggal dunia.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 RI menilai lonjakan kasus Corona Kudus sangat parah hingga 7.594 persen hanya dalam 3 pekan setelah lebaran.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa lonjakan kasus COVID-19 secara cepat dan masif di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi indikasi kemunculan varian baru virus Corona.

“Model-model penularan yang terjadi secara masif dan cepat itu juga bisa merupakan salah satu tolak ukur yang memperlihatkan adanya suatu varian baru,” kata Dante dalam acara virtual Dialog Kabar Kamis di Media Center KPCPEN di Jakarta, Kamis (10/6).

Menurut Dante, penularan secara cepat dan masif itu memiliki kesamaan karakteristik dengan mutasi virus Corona dari India dan Inggris. Ia mengatakan pemerintah saat ini sedang berupaya mendalami kemungkinan munculnya varian baru tersebut, terutama di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura, Jawa Timur.(hsn)

Komentar