Tragis! Seorang Gadis Meninggal Dunia Setelah Diperkosa dan Dianiaya oleh Ayah Kandung

0
Ilustrasi kekerasan pada anak. (SHUTTERSTOCK)

Kudus, 5NEWS.CO.ID,- Seorang mayat perempuan ditemukan dengan kondisi mengenaskan di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (5/5/2021).

Mayat tersebut diketahui seorang gadis berinisial HKN (16) siswi madrasah aliyah (MA). Menurut keterangan Satreskrim Polres Kudus korban ditemukan tergeletak di dapur rumahnya.

Diduga gadis itu dibunuh oleh ayahnya sendiri, Slamet (50) seorang buruh bangunan. Ironisnya, sebelum dibunuh korban terlebih dahulu sempat diperkosa oleh sang ayah.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan hal itu terlacak setelah ditemukan bukti profil DNA dari sperma pada satu buah celana putih motif bunga milik korban cocok dengan profil DNA serpahan darah di kain kassa milik Slamet.

“Dari hasil pemeriksaan barang bukti, ditemukan jejak pelaku. Pelaku adalah ayah kandung korban dan kami ringkus pada Jumat malam tanggal 21 Mei di Kudus,” ujar Aditya, Senin (24/5/2021).

Ia mengungkapkan alasan tersangka melakukan tindakan hal yang tidak senonoh terhadap putrinya karena sudah satu bulan kebutuhan biologis tidak dipenuhi oleh sang istri.

Kemudian pelaku melampiaskan nafsunya pada korban ketika rumah dalam keadaan sepi. Pada saat kejadian itu istrinya sedang pergi bekerja dan dua adik korban tengah beraktivitas di sekolah.

Aditya menjelaskan korban tewas karena dianiaya setelah dua kali diperkosa. Karena berontak pelaku kemudian menghajarnya dengan mencekik, membekap dan memukul dengan batu bata.

“Tersangka kemudian mengambil pisau dapur dan menyayat nadi tangan kiri korban kemudian mengikatnya menggunakan tali agar terlihat korban bunuh diri,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan Bidokkes Polda Jateng dilaporkan ada luka memar diwajah korban, leher lecet, patah tulang kepala bagian leher dan korban mati lemas karena tekanan pada leher.

Kini Slamet menyesali perbuatannya, ia dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang kekerasan pada anak yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. (sari)

Komentar