Gempa Blitar Akibatkan Ratusan Bangunan Rusak dan Warga Luka-luka

0
 Sebanyak 31 daerah di Jawa Timur merasakan guncangan dari gempa Blitar, Jawa Timur, Jumat, 21 Mei 2021. (Foto: ANTARA/Irfan Anshori)

Blitar, 5NEWS.CO.ID,- Gempa bumi mengguncang Kabupaten Blitar dan dirasakan oleh masyarakat di sebagian wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta pada Jumat (21/05/21) sekitar pukul 19.00 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter resmi menyebutkan gempa yang baru saja terjadi bermagnitudo 6,2. Pusat gempat berada di kedalaman 110 km dengan koordinat 8,63 LS 112,34 BT atau 57 km tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

BMKG menyebutkan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian imbauan di laman resmi BMKG, Jumat (21/5/2021).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 80 rumah dan bangunan lain rusak pasca gempa Blitar berkekuatan Magnitudo 5,9 yang terjadi pada Jumat, 21 Mei 2021, pukul 19.09 WIB. Gempa berpusat di 57 kilometer Tenggara, Blitar, Jawa Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, mengatakan hingga Sabtu, 22 Mei 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Jatim menginformasikan terjadinya kerusakan pascagempa.

“BPBD Kabupaten Blitar mencatat rumah rusak berat (RB) 1 unit dan rusak ringan (RR) 28 unit. Sedangkan kerusakan pada bangunan umum di kabupaten ini, BPBD mencatat fasilitas pendidikan 2 unit, kesehatan 1, tempat ibadah 1 dan fasilitas umum lain 3,” kata Raditya dalam keterangan tertulis.

Kerusakan juga terjadi di Kabupaten Malang, rumah RB sebanyak 1 unit, rusak sedang (RS) 2, rumah RR 27. Sedangkan pada kerusakan bangunan lain, fasilitas kesehatan sebanyak 3 unit dan tempat ibadah 2.

BPBD Kabupaten Lumajang mengidentifikasi rumah RS sebanyak 15 unit. Pada Kota Malang, kerusakan rumah RS sebanyak 1 unit. Di samping itu, BPBD Kota Malang mengidentifikasi rumah terdampak 32 unit dan fasilitas umum 15 unit. BPBD setempat masih menganalisis tingkat rumah terdampak.

Kerusakan lain terjadi di Kabupaten Pasuruan dengan rumah RS 1 unit dan tempat ibadah 1. Kerusakan di Kota Pasuruan mencakup rumah RS 4 unit, rumah RR 1 dan tempat ibadah 1, sedangkan di Kabupaten Pasuruan rumah RS 1 dan tempat ibadah 1.

“Di wilayah Kabupaten Jember, balai desa mengalami RS 1 unit dan di Kota Blitar rumah RS 3 unit,” kata Raditya.

Selain kerusakan, Raditya mengatakan BNPB menerima laporan gempa tersebut mengakibatkan warga luka berat 1 orang dan luka ringan 1. Hingga saat ini, BNPB terus melakukan koordinasi dan memonitor penanganan pascagempa di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan informasi dari BPBD setempat, Raditya mengatakan pihaknya masih memantau dan menggali informasi terkait perkembangan dampak gempa.

BNPB juga memantau terjadinya gempa susulan hingga Jumat malam, sebanyak 4 kali. Gempa susulan tercatat dengan magnitudo (M)2,7, M2,9, M3,1, dan M2,8. Pusat gempa susulan terjadi dengan kedalaman yang berbeda. (mra/dbs)

Komentar