Pengajian Manaqib Dituding Jadi Klaster, Data Pasien Covid-19 di Pati Tidak Ada Lonjakan

0
Klaster Pengajian Manaqib Desa Kuryokalangan Gabus Pati
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di rumah warga di Desa Kuryokalangan, Gabus, Pati, Jawa Tengah, Kamis (22/4/2021). Foto ANTARA

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Sejumlah pemberitaan di media massa menyebut terjadinya klaster baru usai menghadiri acara pengajian manaqib di Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Puluhan orang dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes usap. Namun demikian, situs Pati Tanggap Covid-19 tidak merilis lonjakan angka pasien corona.

Berita terkait klaster pengajian di Kuryokalangan, Pati, marak dipublikasikan baru-baru ini. Anehnya, jumlah warga yang dikabarkan terpapar Covid-19 berbeda-beda. Kantor berita resmi pemerintah menyebut sebanyak 49 warga terkonfirmasi virus corona. Sejumlah media nasional menyebut angka yang bervariasi antara 37 hingga 39 orang terpapar corona usai menghadiri hajatan tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. juga melansir kabar ini dalam postingan di akun Facebook miliknya. Ia menyebut, pemudik rawan menjadi transmitter Covid-19 di kampung halaman dan mengkhawatirkan para lansia yang rawan terpapar virus corona.

“TERPAPAR PEMUDIK SUDAH NYATA, Nekat mudik. Makan-makan. Tertular. Kira-kira itu pola yang dikhawatirkan kenapa kita sebaiknya menahan diri untuk tidak mudik dulu tahun ini. Orang tua sepuh yang rentan comorbid dan belum sempat divaksin adalah mereka yang paling rawan terpapar oleh para pemudik yang rindu. Tapi rasionalitas harus di atas emosionalitas. Pandemi belum usai. Mari mudik dengan hati dan video call aja dulu tahun ini. Hatur Nuhun.” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui akun Facebooknya, Kamis (29/4/2021).

Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto mengatakan sebanyak 37 warga Desa Kuryokalangan terkonfirmasi positif Covid-19 usai menghadiri hajatan di rumah tetangganya. Menurut Haryanto, puluhan warga Desa Kuryokalangan tersebut terpapar virus corona dari tuan rumah  pemilik hajatan yang diketahui baru saja pulang dari Jakarta. Usai hajatan, pemilik rumah yang menggelar hajatan jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Belakangan, dari hasil pemeriksaan swab, ia tercatat positif Covid-19.

“Acara yang digelar berupa manaqib dan diakhiri dengan makan bersama nasi bancakan. Tuan rumah baru pulang dari Jakarta, namun tanpa disadari positif Covid-19,” kata Haryanto seperti dikutip Kompas, Rabu (21/4).

Dari hasil pantauan, situs Pati Tanggap Covid-19 tidak menunjukkan adanya lonjakan pasien Covid-19 sejak tanggal 20 April 2021. Situs resmi pemerintah daerah tersebut menampilkan angka  45-58 pasien positif dan 10-23 pasien masih konfirmasi, sejak tanggal 20 April 2021 hingga hari ini, Kamis (29/4/2021).(hsn)

Komentar