Perubahan Iklim dan Diabetes, Cegah Dampaknya Sejak Dini

0
Staff Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes, Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI dr. Dicky Tahapary saat berbicara dalam rangkaian acara Beat Diabetes Online Festival 2021, Meet The Expert di kanal Facebook Tropicana Slim, Rabu (7/4/2021). Gambar tangkapan layar

Jakarta, 5NEWS.CO.ID,- Perubahan iklim (climate change) bisa menjadi faktor pemicu diabetes. Perubahan iklim juga mempengaruhi dampak komplikasi bagi penderita diabet hingga meningkatkan risiko kematian, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pakar kesehatan mengungkapkan fakta tersebut pada #BeatDiabetes Online Festival yang digelar oleh Tropicana Slim, Rabu (7/4/2021).

Staff Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes, Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI dr. Dicky Tahapary mengatakan bahwa peningkatan suhu dan cuaca ekstrim membuat masyarakat menjadi lebih mudah sakit atau bahkan mengalami kematian. Menurut dia, risiko itu menjadi lebih besar bagi penderita diabetes yang memiliki komplikasi kardiovaskular (gangguan jantung).

“Menurut NCBI (National Center for Biotechnology Information) Amerika Serikat menyebutkan bahwa peningkatan suhu dan cuaca ekstrim akibat perubahan iklim global dapat meningkatkan risiko masyarakat menjadi lebih mudah sakit atau bahkan mengalami kematian, terutama bagi para penderita diabetes yang memiliki komplikasi kardiovaskular,” ungkap dr. Dicky dalam rangkaian acara Beat Diabetes Online Festival 2021, Meet The Expert di kanal Facebook Tropicana Slim, Rabu (7/4).

dr. Dicky menjelaskan, penderita diabetes cenderung mengalami dehidrasi dan heatstroke (serangan stroke akibat gelombang panas) ketika suhu lingkungan meningkat. Kondisi tersebut membuat penderita diabet berisiko mengalami masalah kesehatan kardiovaskuler dan bahkan serangan jantung.

Ia memaparkan bahwa perubahan iklim juga memberikan dampak tidak langsung dengan peningkatan risiko diabetes. dr. Dicky mengatakan, pada saat produksi bahan makanan segar berkualitas berkurang, masyarakat cenderung mengkonsumsi produk makanan olahan yang tinggi gula dan kalori, sehingga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. 

“Riset dari International Diabetes Federation menyebutkan bahwa diabetes dan perubahan iklim merupakan dua tantangan global yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan perlu diperhatikan oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia.” ujarnya.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia 2021, Tropicana Slim menggelar #BeatDiabetes Online Festival 2021 yang digelar secara virtual pada 6, 7, 10 dan 11 April 2021. Kampanye melawan diabet ini melibatkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM FKUI, Komunitas Sobat Diabet, Healthy DIY Cooking dan akan diakhiri dengan senam online serentak di 52 kota se-Indonesia.(hsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here