Faktor Pendidikan Sebagai Salah Satu Penyebab Tingginya Pernikahan Dini di Wonosobo

0
Potret acara halaqoh dan mudzakaroh ICMI orda Wonosobo yang bekerjasama dengan Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo pada Rabu (10/03). (Foto: Dok. 5NEWS)

Wonosobo, 5NEWS.CO.ID,- Hal ini disampaikan oleh Dr. Z. Sukawi, M.A., Pembantu Rektor 1 Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) sekaligus Dewan Pakar ICMI Orda Wonosobo di sebuah acara halaqoh dan mudzakaroh ICMI orda Wonosobo yang bekerjasama dengan Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo pada Rabu (10/03).

Bertempat di gedung IPHI Kabupaten Wonosobo, acara ini dihadiri oleh pengurus ICMI orsat Kecamatan sekabupaten Wonosobo dan dari unsur-unsur ormas lain di Wonosobo seperti dari unsur NU, Muhammadiyah, Rifa’iah.

Dalam acara yang bertemakan “Peran Ormas Islam Dalam Upaya Pendewasaan Usia Perkawinan Guna Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender Di Kabupaten Wonosobo” ini, Sukawi menyampaikan hasil penelitiannya berkenaan dengan faktor penyebab tingginya pernikahan dini di Kabupaten Wonosobo.

“Diantaranya faktor penyebab itu adalah faktor pendidikan dan pengetahuan, jarak layanan pendidikan, pekerjaan responden dan kepala keluarga, married by accident (MBA), keinginan orang tua untuk memiliki cucu, serta adanya persepsi bahwa anak adalah tenaga kerja.” Jelas Sukawi dalam pidato pembukaan acara Halaqoh dan Mudzakaroh tersebut.

Selanjutnya Sukawi menjelaskan bahwa adanya faktor pendidikan sebagai salah satu penyebab utama ini mengharuskan sebuah solusi di bidang pendidikan yaitu dengan memperpanjang masa pendidikan.

Sementara berkenaan dengan tujuan diadakannya acara tersebut, Sekretaris umum ICMI Orda Wonosobo Drs. Toharotun menyampaikan bahwa acara halaqoh dan mudzakaroh ini adalah bentuk komitmen proporsional antara ormas-ormas Islam di Wonosobo dan pemerintah, dimana dalam hal kebijakan-kebijakan pemerintah yang baik dan bermanfaat akan didukung dan bersamaan dengan itu akan bertindak sebagai pengingat pemerintah tatkala ada kebijakan-kebijakan yang menyimpang.

“Jadi acara ini adalah sebagai bentuk dukungan kita untuk menekan pernikahan dini yang cukup tinggi di Wonosobo. Diharapkan di sini kita mengurai persoalan yang kita hadapi dan kemudian turut serta menyelesaikan persoalan tersebut.” Kata Toharotun. (Nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here