Sekretaris Partai Demokrat Melawi Bantah Diintimidasi Polisi

0
Sekretaris Partai Demokrat Melawi saat memberikan keterangan. (Foto: istimewa)

Melawi, 5NEWS.CO.ID,- Terkait apa yang disampaikan oleh media dalam berita online bahwa Intel Polres Melawi melakukan intimidasi kepada Bastian Suryadi selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Melawi Provinsi Kalbar, Bastian dengan tegas mengatakan bahwa berita tersebut tidak benar. 

Memang benar pada 6 Maret 2021 adanya kunjungan beberapa anggota Polres ke sekretariat sementara, namun kedatangan anggota Polres Melawi tersebut untuk menanyakan atau meminta informasi berkaitan dengan isu di tingkat pusat, terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Bastian menyampaikan bahwa “Waktu itu, saya selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Melawi menyampaikan beberapa poin. Pertama, DPC Partai Demokrat Kabupaten Melawi solid dan satu komando, mendukung kepimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).”

Poin yang kedua, dirinya juga menyampaikan bahwa dari DPC Demokrat Kabupaten Melawi tidak ada seorangpun kader yang menghadiri KLB di Deli Serdang Sumatera, katanya. 

Bastian menegaskan bahwa “Tidak ada satupun dari kita yang ikut menghadiri kongres ilegal di Deli Serdang. Mengapa kami katakan ilegal? Karena sesuai apa yang diarahkan oleh Ketua Umum dan arahan Ketua Majelis Tinggi Partai, kemudian persyaratan berdasarkan AD ART dan aturan konstitusional partai, bahwa itu (KLB) tidak sah. Maka, kami menyatakan itu abal-abal atau ilegal.”

Poin ketiga, DPC Partai Demokrat Kabupaten Melawi bersama fraksi dan seluruh kader, sampai saat ini tetap loyal dan setia kepada kepengurusan DPP Partai Demokrat yang dipimpin AHY.

“Di sini saya sampaikan, bahwa tidak ada dualisme. Karena sampai detik ini, Kemenkum HAM masih mengakui kepengurusan yang diketuai AHY,” ujarnya.

“Tiga poin inilah yang kita diskusikan. Ini yang saya sampaikan kepada kawan-kawan Polres. Bahkan kita diskusi bersama-sama. Apa yang ditanyakan Polres Melawi, sifatnya profesional. Saya juga menilai itu professional. Tidak ada tekanan, apalagi intimidasi,” Bastian menjelaskan.

“Kawan-kawan intel yang datang hanya mempertanyakan arah DPC Demokrat kemana, dan terkait dualisme, kawan-kawan dari Polres hanya minta info dari saya sesuai kapasitas beliau. Saya juga menghargai mereka bertanya dan menjawab sesuai kapasitas saya. Tiga poin inilah yang kita diskusikan. Ini yang saya sampaikan kepada kawan-kawan Polres,” Bastian menutup pembicaraan. (MUSHA)

Komentar