Puluhan Imigran Asal Djibouti Dilempar ke Laut Lantaran Kapal Penuh

0
Staf dari Organisasi Internasional untuk Imigran (IOM) dan penduduk lokal bergegas membantu para imigran yang terdampar di lepas pantai Djibouti pada Oktober 2020/ Foto UN News

Djibouti, 5NEWS.CO.ID,- Sedikitnya 80 imigran dilemparkan para penyelundup ke laut pada Rabu (3/3/2021) di antara Tanduk Afrika dan Semenanjung Arab. Para imigran ini rencananya menggunakan jasa para penyelundup untuk memulai hidup baru di negara-negara teluk. Dalam insiden ini, terdapat 20 imigran yang tewas tenggelam.

Melansir dari The New York Times, para penyelundup telah membawa sekitar 200 imigran menuju Yaman. Para imigran ini berasal dari banyak negara di Afrika yang berangkat dengan sebuah kapal dari pelabuhan kecil di Djibouti.

Meski Yaman sampai saat ini masih berkecamuk, resiko tetap akan diambil hingga mereka dapat tiba di salah satu negara teluk.

Sekitar setengah jam setelah meninggalkan pantai, tiba-tiba para penyelundup berteriak bahwa kapal tersebut kelebihan muatan. Tanpa pikir panjang, para penyelundup mulai melemparkan puluhan imigran ke laut.

“Kapal berangkat dari Oulebi, Djibouti, dengan 200 imigran, termasuk perempuan dan anak-anak. Penyelundup mulai berteriak bahwa ada terlalu banyak orang di kapal dan mulai melemparkan orang ke laut. Para penyintas sedang dirawat di Pusat Tanggap Imigran IOM di Djibouti,” jelas Yvonne Ndege, juru bicara Organisasi Internasional untuk Imigrasi (IOM) kepada Anadolu Agency.

Insiden ini adalah kali ketiga dalam enam bulan ini. Menurut Muhammad Abdiker, Direktur Regional Afrika Timur dan Tanduk Afrika IOM, setiap tahunnya ribuan orang Afrika rela menyeberangi laut untuk menuju negara-negara teluk.

Menurut laporan The New York Times, setidaknya 50 orang tenggelam di tahun 2017 atas insiden yang sama. Beberapa imigran melaporkan dipukuli dengan tongkat dan batang logam untuk memaksa mereka turun dari perahu. Para penyelundup juga menuntut lebih dari harga yang disepakati sebelumnya dan mengancam akan membuang ke laut jika mereka menolak membayar.

“Menuntut pelaku perdagangan manusia dan penyelundup yang memangsa kerentanan para imigran harus menjadi prioritas,” tegas Antonio Vitorino, Direktur Jenderal IOM dalam akun twitternya, Rabu (3/3).

Sampai saat ini setidaknya baru lima mayat yang telah ditemukan dalam insiden tersebut. Adapun korban yang selamat telah dirawat di kantor IOM Djibouti.(mus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here