Limbah Peternakan Ayam Dibuang ke Sungai Silugonggo Saat Banjir

0
Limbah Peternakan Ayam Dibuang ke Sungai Silugonggo Saat Banjir
Tumpukan limbah peternakan ayam dalam tas plastik dan karung di bawah jembatan Desa Margomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Minggu (14/2/2021) malam. Foto Dok. 5NEWS.CO.ID

Pati, 5NEWS.CO.ID,- Tumpukan sampah di dalam karung dan plastik menyumbat hilir sungai Silugonggo Pati. Sampah tersebut diduga berisi limbah peternakan ayam yang berdiri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Karung dan plastik berisi limbah peternakan ayam itu menyumbat aliran air sungai hingga memperparah banjir.

Warga Desa Margomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mengeluhkan tumpukan limbah berupa karung dan tas plastik di jembatan desa tersebut. Menurut warga, limbah tersebut muncul beberapa kali dalam dua minggu terakhir. Saat dibuka, ratusan karung dan tas plastik tersebut ternyata berisi bangkai ayam dan pakan ternak.

“Tadi warga membuka beberapa tas plastik. Ternyata isinya seperti trembel atau tanah,” ungkap salah seorang warga Desa Margomulyo yang enggan disebut namanya, Minggu (14/2/2021) pukul 22.30 WIB.

Warga menduga, plastik dan karung yang menyumbat jembatan berasal dari peternakan ayam. Meski demikian, belum bisa dipastikan peternakan mana yang membuang limbah tersebut. Menurut keterangan warga, ada dua peternakan yang lokasinya dekat dengan jembatan Desa Margomulyo. Salah satunya adalah peternakan ayam milik Wakil Bupati Pati Saiful Arifin.

Kepala Dusun Tiga Desa Margomulyo, Widyo Nugroho, mengatakan bahwa tumpukan limbah dari peternakan ayam sudah terjadi beberapa kali di desanya. Sejak minggu lalu, limbah dalam karung dan plastik kerap nyangkut dan menyumbat air di jembatan desa.

“Sudah kami bersihkan pada hari Sabtu lalu. Tadi malam muncul lagi,” ujar pria yang akrab disapa Wiwit ini.

Widyo mengungkapkan, karung-karung dan tas plastik itu berisi bangkai ayam dan limbah pakan ternak. Hingga kini, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan apakah peternakan ayam di dekat Desa Margomulyo yang membuang limbah tersebut.

“Ayam-ayam yang mati dimasukkan dalam karung lalu dibuang di sungai,” kata dia.

“Itu yang kurang begitu jelas. Di daerah sini kan ada dua kandang ayam, tapi sumber (limbah) nya berasal dari mana, itu yang kita belum bisa memastikan,” imbuhnya.

Menurut Widyo, pada minggu lalu limbah yang dibuang cukup banyak sehingga pihak desa dan warga harus terjun ke sungai untuk membersihkannya. Saat ini, lanjutnya, Kepala Desa Margomulyo sedang berkoordinasi dengan perangkat dan pihak terkait untuk menelusuri asal muasal limbah peternakan ayam yang mencemari sungai Silugonggo.(hsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here